
Siswa saat melakukan swab antigen sebelum mendapatkan vaksin COVID-19 di Sekolah Al Azhar BSD, Tangerang Selatan, Banten, Senin (19/7/2021). Vaksinasi yang diselenggarakan oleh BIN dan Pemkot Tangerang Selatan ini merupakan program percepatan vaksinasi CO
JawaPos.com - Seiring dengan lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia, angka infeksi pada anak juga meningkat. Bahkan, kasus kematian anak akibat Covid-19 pun ikut meningkat. Dampaknya, siapapun orang tua pasti cemas dan susah tidur karena khawatir.
Menurut data IDAI Ikatan Dokter Anak Indonesia, dari seluruh anak-anak yang meninggal akibat Covid-19, 50 persen lebih adalah balita. Berdasarkan situasi tersebut, Teman Bumil dan Populix melakukan survei untuk melihat bagaimana tanggapan dan perilaku orang tua di tengah peningkatan kasus Covid-19 pada anak.
Hasil survei yang melibatkan 310 pengguna Teman Bumil menunjukkan, 81 persen merasa sangat khawatir dengan peningkatan kasus tersebut. Survei menunjukkan bahwa 62 persen orang tua merasa kekhawatiran tersebut hingga gelisah, dan 29 persen mengalami sulit tidur.
Baca Juga: Anak Korban Covid-19 Belum Terdata
Psikolog Belinda Agustya mengatakan bahwa orang tua sebaiknya bijak menyaring berita mana yang akurat dan berita mana yang tidak benar. Ibu disarankan fokus pada hal-hal yang bisa dikontrol.
"Fokus pada hal yang bisa dikontrol, misalnya menjaga kesehatan keluarga, dan menjaga interaksi antara ibu dan anak agar tetap positif," jelas Belinda dalam keterangan tertulis, Jumat (23/7).
Jika khawatir dan stres, kata dia, interaksi dengan anak bisa terganggu dan hal ini bisa menurunkan daya tahan tubuh orang tua maupun anak. Orang tua juga disarankan untuk melihat situasi pandemi dari sudut pandang yang lebih luas dan positif.
"Jangan terlalu fokus pada hal-hal negatif saja. Misalnya, mungkin sejak pandemi, ibu jadi lebih kenal dan dekat dengan anak," jelasnya.
Kekhawatiran bisa membuat seseorang menjadi tidak bisa tidur atau malah ingin tidur terus, ataupun menyebabkan nafsu makan turun atau sebaliknya. Namun, selama tidak mengganggu aktivitas, hal tersebut dianggap sebagai respon stres normal.
"Kekhawatiran dianggap tidak normal jika sampai membuat kita kehilangan minat melakukan apapun dan membuat kita jadi tidak produktif. Jika hal ini terjadi, orang tua disarankan segera konsultasi ke psikolog atau psikiater," tegasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022