Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Juli 2021 | 20.42 WIB

Disebut Ditunggangi Oposisi, Rektorat Unnes Dinilai Berlebihan

Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) membentangkan spanduk saat menggelar unjuk rasa menolak Undang-Undang Cipta Kerja di kawasan Jalan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (16/10/2020).  Aksi tersebut untuk menolak - Image

Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) membentangkan spanduk saat menggelar unjuk rasa menolak Undang-Undang Cipta Kerja di kawasan Jalan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (16/10/2020). Aksi tersebut untuk menolak

JawaPos.com - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Semarang (Unnes) mendapat tekanan dari pihak rektorat kampus, usai mengunggah kritik dan memberikan julukan kepada Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Ketua DPR RI Puan Maharani. Pihak kampus menekan BEM Unnes untuk menurunkan postingan yang berbau politis tersebut. Bahkan, disebut BEM Unnes ditunggangi pihak oposisi.

Atas hal itu, Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ubaid Matraji, menyayangkan pihak kampus yang langsung menuduh mahasiswanya berafiliasi dengan partai opisisi.

"Orang belum diajak ngomong kok sudah menuduh, menurut saya itu namanya fobia kritik, takut terhadap sesuatu yang berbeda, itu berbahaya," jelasnya ketika dihubungi JawaPos.com, Jumat (9/7).

Menurutnya, kritikan adalah hal biasa dan merupakan bagian dari dinamika kehidupan. Komentar yang disampaikan ini seharusnya perlu ditanggapi dengan mengajak berdiskusi.

Apalagi, pasca unggahan tersebut ramai diperbincangkan, akun Instagram resmi BEM Unnes diretas. Dia pun mempertanyakan peran Mendikbudristek Nadiem Makarim dalam hal ini.

"Itu saya sangat menyayangkan, kenapa menteri pendidikan kita hanya koar-koar Kampus Merdeka, merdeka apanya, orang berpendapat saja tidak boleh, masa kritik saja dipanggil, yang di maksud merdeka itu apa," kata dia.

Baca juga: PDIP Nilai Kritik BEM Unnes Fitnah, JPPI: Kemunduran Berdemokrasi!

Sebagai informasi, Presiden Mahasiswa BEM Unnes 2021 Wahyu Suryono Pratama menyampaikan usai mengkritik, dirinya mendapatkan tekanan dari pihak pimpinan universitas. Di mana Wakil Dekan III Fakultas Teknik sekaligus Koordinator Kemahasiswaan Unnes mengirimkan pesan kepada dirinya dan menganggap BEM Unnes ditunggangi kepentingan politik opisisi.

"Kalau bisa BEM KM tidak dijadikan kendaraan parpol atau oposisi, pikirkan masa depan mahasiswa Unnes untuk hidup di masyarakat," kata Wahyu dalam keterangannya, Kamis (8/7).

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore