
Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) membentangkan spanduk saat menggelar unjuk rasa menolak Undang-Undang Cipta Kerja di kawasan Jalan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (16/10/2020). Aksi tersebut untuk menolak
JawaPos.com - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Semarang (Unnes) memberikan julukan kepada Ketua DPR RI Puan Maharani sebagai 'The Queen of Ghosting'. Sebab, Puan dinilai sering memberikan harapan palsu dan menyakiti rakyat.
Pihak Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pun menyebut bahwa kritikan tersebut mempunyai indikasi menista dan fitnah belaka. Adapun, Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ubaid Matraji menuturkan, tidak terimanya kritikan merupakan kemunduran demokrasi.
"Itu kemunduran dalam berdemokrasi," jelas dia ketika dihubungi JawaPos.com, Jumat (9/7).
Menurutnya, jika tidak menerima kritikan, masa ini kembali ketika sedang dijajah, yakni semua perkataan yang terlontar dari masyarakat adalah tidak benar. Pemerintahan tersebut dinilai otoriter.
"Kita balik lagi zaman penjajahan dong, semua yang dikatakan masyarakat itu salah kalau tidak sesuai dengan penguasa, jangan balik lah ke masa penjajahan," imbuhnya.
Sebaiknya pihak pemerintah menanggapi kritikan tersebut dengan baik. Jangan memberikan tanggapan tidak menerima.
"Kita sudah di masa demokrasi yang bagus, sehingga orang yang berbeda (pendapat) diajak untuk berdialog, berdebat dan diskusi, bukan langsung melaporkan karena ini penghinaan atau pencemaran nama baik, ajak debat aja," tandasnya.
Sebagai informasi, Politikus PDIP yang juga Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan menyayangkan protes tersebut. Ia pun mempertanyakan apakah BEM Unnes memahami apa yang disampaikan, sebab dinilai fakta yang disajikan tidak utuh.
Baca juga: BEM Unnes Dapat Tekanan dari Kampus Usai Kritik Wapres dan Ketua DPR
"Hanya dengan mendasarkan prasangka tanpa terlebih dahulu melakukan penelitian, kajian untuk kemudian diuji publik tiba-tiba melakukan kesimpulan seperti itu yang bahkan cenderung menista, memfitnah dan menyerang kehormatan seseorang, apalagi orang tersebut kepala lembaga tinggi negara dan kepala lembaga kepresidenan," ungkap dia kepada wartawan, Kamis (8/7) kemarin.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
