
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo
JawaPos.com - Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Asosiasi Rekanan Pengadaan Barang dan Distributor Indonesia (ARDINDO) Bambang Soesatyo bersama sekitar 121 asosiasi perusahaan yang terbagi dalam 12 kelompok asosiasi mengikuti Konvensi Anggota Luar Biasa Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN Indonesia), yang digelar secara virtual pada Jumat (25/6). Konvensi dilakukan untuk menetapkan wakil dari masing-masing kelompok yang akan menjadi peserta penuh dalam Munas VIII KADIN Indonesia.
"ARDINDO bersama 9 asosiasi lainnya berada di Kelompok 7 (Asosiasi-Asosiasi Jasa Perdagangan dan Jasa Ekspor - Impor). Hasil konvensi menetapkan ARDINDO bersama ASPANJI (Asosiasi Pengusaha Pengadaan Barang dan Jasa Indonesia) mewakili Kelompok 7 menjadi Peserta Penuh dalam Munas VIII KADIN Indonesia," ujar Bamsoet secara virtual dari Bali, Jumat (25/6) kemarin.
Bamsoet menjelaskan, penyelenggaraan Munas merupakan momentum untuk melakukan review mengenai berbagai langkah dan kebijakan yang telah dilakukan KADIN untuk kemudian menyusun langkah ke depan dalam bentuk program kerja KADIN dan membuka berbagai akses untuk menjaring aspirasi yang berkembang untuk memajukan KADIN.
"Terlebih saat ini dampak pandemi tidak hanya memukul sektor kesehatan masyarakat, melainkan juga menggerus perekonomian nasional. Ekonomi Indonesia pada tahun 2020 terkontraksi sebesar 2,07 persen, mengantarkan Indonesia pada jurang resesi. Perlu kerja keras dari semua pihak, khususnya KADIN Indonesia sebagai wadah organisasi perdagangan dan industri, untuk membangun optimisme pelaku ekonomi nasional untuk bersama-sama bangkit dari resesi," jelas Bamsoet.
Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menerangkan, KADIN Indonesia juga harus membangun iklim usaha yang dapat mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru. Inovasi ini diperlukan agar dalam menghadapi persaingan global, dunia usaha Indonesia mampu menawarkan alternatif-alternatif dan terobosan-terobosan baru yang lebih baik dari berbagai aspek.
"Mengingat menurut Indeks Inovasi Global (Global Innovation Index), menempatkan Indonesia pada posisi ke-85 dari 131 ekonomi negara di dunia. Posisi tersebut belum mengalami peningkatan sejak tahun 2018. Artinya, diperlukan langkah-langkah kreatif sebagai stimulus untuk mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru di Tanah Air," pungkas Bamsoet.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Kronologi Kecelakaan Maut BYD M6 di Kembangan Jakbar, Ibu dan Anak Meninggal di TKP
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Bournemouth vs Lincoln City di Carabao Cup: The Cherries Menang Lewat Adu Penalti
Kasus Keracunan MBG Berastagi Sisakan Masalah Serius, Siswa Alami Gangguan Saraf hingga Jantung
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor AEK Athens vs LASK Linz di Liga Champions: Tuan Rumah Pesta Gol!
Raditya Dika Gagal Pulang ke Indonesia, Pesawat dari Doha Putar Balik Usai 4 Jam di Udara
