
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com
JawaPos.com - Sebanyak 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinyatakan tidak lolos dalam tes wawasan kebangsaan (TWK). Sehingga tidak lolos menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Menanggapi hal ini, Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Jakarta, Donny Manurung mengatakan 75 pegawai KPK yang terancam dipecat tersebut adalah kesalahan fatal yang dilakukan oleh pimpinan KPK.
"Itu adalah kesalahan besar dan fatal yang di lakukan oleh pimpinan KPK," ujar Donny kepada wartawan, Sabtu (8/5).
Padahal menurut Donny, revisi UU KPK hanya mengatakan alih status dari pegawai KPK menjadi ASN. Sehingga jika ada TWK yang dilakukan oleh pegawai KPK hanyalah asesment saja, tanpa konsekuensi pemecatan bagi yang tidak lulus.
"Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 70/PUU-XVII/2019 yang di mana menyatakan bahwa peralihan tersebut tidak boleh merugikan pegawai KPK itu sendiri. Karena perubahan status tersebut terjadi di tengah jalan yang artinya hanya berlaku bagi calon ASN baru di KPK," katanya.
Oleh karenanya, dengan kejadian ini semakin menguatkan asumsi publik sejak bergulirnya revisi UU KPK adalah bentuk pelemahan lembaga antirasuah tersebut.
Oleh karena itu Ketua KPK Firli Bahuri harus bertanggung jawab, jangan menjadi agen pelemahan lembaga independen antirasuah tersebut.
"Semua ini terkesan seakan akan sudah dipersiapkan atau by design untuk menyingkirkan orang orang gigih dalam melakukan pemberantasan korupsi," ungkapnya.
Donny mengatakan, bahwa selama Firli Bahuri menjadi ketua KPK telah menimbulkan polemik yang justru mencederai integritas dari lembaga antirasuah tersebut. Seperti Firli pernah mengajukan penambahan mobil dinas yang sudah menabrak nilai kesederhanaan dari lembaga tersebut.
"Kinerja dari lembaga ini selama di pimpin oleh Firli Bahuri sangatlah rendah," tuturnya.
Baca juga: ICW Yakin Firli Bahuri Tidak akan Lulus Tes Wawasan Kebangsaan
Dengan dasar tersebut masyarakat dapat melihat ke depan ketika polemik 75 pegawai ini tidak dapat diselesaikan dengan baik. Maka KPK berubah dan tidak memiliki taji seperti dulu.
"Maka dipastikan bahwa lembaga anti rasuah dibawah kepemimpinan Firli Bahuri hanya akan menjadi agen oligarki kekuasaan," pungkasnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
