
Massa beratribut HMI saat tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya pada Sabtu (20/3). Hanif Nashrullah/Antara
JawaPos.com–Kandidat Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Hassan Basri Baso mengatakan, molornya Kongres XXXI HMI di Surabaya yang semula dijadwalkan sejak 17 dan berakhir 22 Maret hingga terjadi kericuhan, karena ada pihak eksternal yang turut hadir di dalam forum itu.
”Sesuai tata tertib, kongres semestinya hanya dihadiri peserta utusan dari cabang-cabang HMI, dengan aturan memakai sepatu dan kemeja. Tapi ada pihak eksternal yang turut hadir dalam kongres dengan memakai sandal, kaos, dan bertopi,” kata Hassan, mewakili kandidat ketua umum lainnya seperti dilansir dari Antara, di Surabaya, Rabu (24/3) petang.
Menurut dia, dengan kehadiran pihak eksternal, terjadi kericuhan saat kongres berlangsung. Akibatnya enam orang harus berurusan dengan polisi dan hingga kini ditahan di Markas Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya.
Hassan menyebut, kehadiran pihak eksternal di dalam kongres, itu ada upaya memecah belah tubuh organisasi HMI. Karena itu, tiga dari tujuh kandidat Ketua Umum PB HMI, masing-masing M. Nur Aris Shoim, Taufan Tuarita, dan Hassan Basri Baso, menyatakan tidak ingin terjadi dualisme di tubuh organisasi yang berdiri sejak 5 Februari 1947 itu.
”Kami tegas menginginkan tidak ada perpecahan, apalagi sampai terjadi dualisme di dalam organisasi HMI,” ujar Hassan.
Karena itu, dia mendorong Panitia Kongres XXXI HMI bisa bertindak tegas dengan tidak mengizinkan pihak eksternal turut campur, apalagi sampai menghadiri berbagai sidang yang digelar.
”Kongres ini keputusan tertinggi. Tidak boleh dimasuki eksternal. Kalau panitia tidak bisa bertindak tegas, kongres tidak akan pernah selesai. Padahal kami ingin sidang selesai di Surabaya,” ucap Hassan.
Senada, Taufan Tuarita berharap ada rekonsiliasi yang baik dalam Kongres XXXI HMI di Surabaya agar tidak terjadi perpecahan.
”Apa pun dinamika yang terjadi di forum, intinya HMI harus tetap satu dan tidak terbagi-bagi,” tutur Taufan.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
