Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 Maret 2021 | 03.52 WIB

Siap Diajukan ke Jokowi, Kemenag Godok Perpres Zakat Profesi ASN

Menteri Agama, Lukman Hakim Syaifuddin - Image

Menteri Agama, Lukman Hakim Syaifuddin

JawaPos.com - Potensi zakat di Indonesia cukup besar. Tetapi penghimpunannya belum optimal. Salah satu potensi zakat adalah dari aparatur sipil negara (ASN) yang beragama Islam. Pemerintah sampai saat ini masih menggodok regulasi membayar zakat ASN dengan model potong gaji bulanan.

Direktur Pemberdayaan Zakat dan dan Wakaf Kemenag Tarmizi Tohor menuturkan saat ini mereka sedang menyusun draft Peraturan Presiden (Perpres). Draft tersebut harapannya bisa disahkan Presiden Joko Widodo untuk dijalankan seluruh ASN di Indonesia.

"Agar ada Perpres zakat profesi ASN di negeri kita ini," katanya dalam peluncuran Program Booking Berkah Ramadan 1442 H oleh Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) di Jakarta Rabu (10/3) kemarin.

Tarmizi berharap dengan adanya regulasi itu, nantinya pembayaran zakat profesi bagi ASN menggunakan skema potong gaji secara langsung. Dia juga menjelaskan, saat ini sejatinya sudah ada pembayaran zakat profesi di kalangan ASN.

Tetapi program ini masih bersifat inisiatif masing-masing instansi tempat ASN bekerja. Seperti yang dilakukan di lingkungan Kemenag. "(Kami berharap, Red) Nanti benar-benar seperti potongan (iuran) Taspen itu," jelasnya.

Baca Juga: Hotma Sitompul Terima Uang Rp 3 Miliar dari Hasil Fee Pengadaan Bansos


 Dalam kesempatan itu Tarmizi juga menyampaikan, sebentar lagi masuk bulan Ramadan. Seperti biasanya tingkat pembayaran zakat, infak, atau sedekah selama bulan puasa mengalami peningkatan. Dia berpesan kepada umat Islam memilih membayar zakat ke lembaga amil yang sudah terdaftar.


"Pastikan tujuan membayar zakatnya dahulu. Supaya pengelolaan zakat tersebut dapat dipertanggung jawabkan. Termasuk urusan pendistribusian ke orang-orang yang berhak menerima dana zakat atau mustahik," katanya.

Sementara itu, Direktur IZI Wildhan Dewayana mengatakan, mereka sudah menyiapkan sejumlah program menyambut Ramadan bulan depan. Diantaranya adalah penyaluran paket sembako untuk memuliakan mustahik selama sebulan penuh di bulan Ramadan. Kemudian juga ada program rehabilitas musala di wilayah tertinggal di Indonesia. Lalu ada pengumpulan zakat fitrah serta paket berbuka puasa untuk mustahik di wilayah tertinggal, terluar, dan terdepan atau 3T.

"Memang sengaja kita mengkampanyekan dengan kata booking dari 30 hari sebelum Ramadan," katanya.

Tujuannya supaya terhimpun dana sebelum Ramadan. Sehingga masyarakat yang menjadi sasaran dari program ini mendapatkan bantuan sejak hari pertama bulan puasa.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore