alexametrics

Anak Muda Demokrat Sebut Jhoni Tinggal di Planet Mars

1 Maret 2021, 16:24:00 WIB

JawaPos.com – Mantan politikus Partai Demokrat Jhoni Allen Marbun menyebut bahwa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bukanlah pendiri partai berlogo bintang mercy ini. Bahkan dianggap tidak pernah berdarah-darah dalam membesarkan partai.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra mengaku aneh dengan tuduhan Jhoni Allen Marbun tersebut. Karena menurutnya Jhoni telah memanipulasi sejarah.

“Kalau dibilang SBY tidak berdarah-darah membangun Partai Demokrat, mungkin yang bilang begitu tidak tinggal di Planet Bumi. Tinggal di Planet Mars kali. Ini namanya manipulasi sejarah kalau bilang enggak ada keringat Pak SBY mendirikan partai,” ujar Herzaky kepada wartawan, Senin (1/3).

Menurut Herzaky, gagasan membentuk partai ini dimulai ketika SBY kalah dari Hamzah Haz untuk menjadi calon wakil presiden Megawati Soekarnoputri dalam pemilihan di MPR tahun 2001. 

Kala itu, pendiri Demokrat Ventje Rumangkang kemudian menyarankan SBY mendirikan partai. Ventje menyampaikan bahwa banyak orang yang menginginkan SBY menjadi pemimpin nasional, termasuk menjadi wakil presiden. 

“Namun realitas politik tak memungkinkan lantaran SBY ketika itu tak mempunyai partai.Setelah berdiskusi dengan Ibu Ani, Bapak SBY kemudian mengamini usulan Ventje. SBY pula yang kemudian menciptakan nama, logo, bendera, mars, hingga manifesto politik Partai Demokrat,” katanya.

“Partai ini pun didirikan pada 9 September 2001, mengambil tanggal yang sama dengan hari ulang tahun SBY pada tanggal 9 bulan sembilan. Begitu pula dengan pemilihan jumlah deklarator pendiri partai sebanyak 99 orang,” tambahnya.

Setelah partai terbentuk, Ani Yudhoyono, istri SBY, juga didapuk menjadi wakil ketua umum. Hal-hal tersebut demi meyakinkan publik dan menjadi representasi SBY di Demokrat. 

“Ini kenyataan sejarah yang tidak bisa dipungkiri, kalau dibilang tidak ada keringat Pak SBY mendirikan partai, itu ketahuan orang yang tidak paham sejarah,” katanya.

Herzaky mengatakan, SBY sendiri tak pernah mengklaim berdirinya Demokrat sebagai perjuangannya sendiri. Namun kami mengaku heran jika kini banyak deklarator atau pendiri partai yang merasa lebih besar dan berjasa mendirikan partai. 

Demokrat memang didirikan untuk menjadi kendaraan politik mendorong SBY menjadi calon presiden. Publik memilih Demokrat karena ingin Pak SBY punya kendaraan politik. 

Baca Juga: Menag Beri Tanggapan Soal Pelaporan Terhadap Din Syamsuddin

Baca Juga: Kemenhan Mau Beli 48 Jet Tempur Rafale, Ini Respons TNI AU

 “Realita politik menyebutkan kalau tidak ada figur Pak SBY orang enggak akan memilih Partai Demokrat, enggak segitu angkanya. Sebagai contoh, suara Partai Demokrat 20 persen di tahun 2009, suara Bapak SBY 61 persen. Ini saja sudah menunjukkan, ketokohan Bapak SBY itu sangat penting bagi Partai Demokrat,” pungkasnya.

Sebelumnya, mantan politikus Partai Demokrat Jhoni Allen Marbun akhirnya ‘blak-blakan mengatakan kondisi partai berlogo bintang mercy ini. Menurutnya, SBY bukanlah pendiri Partai Demokrat. Bahkan Jhoni menegaskan SBY tidak pernah berjuang untuk partai bernuansa biru ini.

“Ini menegaskan bahwa SBY bukan pendiri Partai Demokrat. Demi Tuhan saya bersaksi bahwa SBY tidak berkeringat sama sekali, apalagi berdarah-darah sebagaimana pernyataannya di berbagai kesempatan,” ujar Jhoni.

Jhoni mengatakan, berdasarkan fakta sejarah Partai Demokrat diaktanotariskan oleh 99 pendiri di Jakarta. Setelah itu muncullah para pendiri partai tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota. 

Anggota Komisi V DPR itu menuturkan SBY baru bergabung ke Partai Demokrat setelah partai berlogo bintang mercy tersebut lolos verifikasi pemilu.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Gunawan Wibisono

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads