alexametrics

Soal Dugaan Kebocoran Data, KPAI Bakal Koordinasi dengan Kepolisian

21 Oktober 2021, 20:02:15 WIB

JawaPos.com – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) selaku lembaga independen negara mengatakan telah melakukan pemeriksaan terkait dugaan kebocoran data yang diduga berasal dari layanan pengaduan daringnya. Anggota Komisioner KPAI Jasra Putra, saat dihubungi melalui pesan singkat menyatakan, pihaknya dalam waktu dekat akan menyampaikan secara lengkap ke publik langkah-langkah perbaikan ke depan terkait keamanan data pengaduan online masyarakat tersebut

“Kita sudah sampaikan ke Mabes Polri dan tim sudah turun hari Selasa (19/10) kemarin untuk mengecek kebocoran data tersebut,” ujarnya.

Dia melanjutkan, KPAI selanjutnya juga akan membuat laporan ke pihak kepolisian. “Kita punya sistem pengaduan online dari masyarakat berbasis website kpai.go.id diduga data ini yang diretas,” lanjut Jasra.

Dalam waktu dekat KPAI akan menyampaikan secara lengkap ke publik langkah-langkah perbaikan ke depan, terkait keamanan data pengaduan online masyarakat tersebut.

Sebelumnya diwartakan, basis data milik KPAI diduga bocor dan diperjualbelikan di situs jual beli data ilegal dan forum hacker RaidForums. Pertama kali isu ini mengemuka ke publik karena unggahan Twitter dari akun username C77.

Setelah ditelusuri, akun C77 juga ada di RaidForums dan semakin menguatkan dugaan kebocoran data ini akurat milik KPAI. Data-data yang bocor tak main-main.

Dalam file sampel yang bisa diunduh di RaidForums, setelah dicek data-data yang bocor adalah data berupa informasi data Kependudukan berupa tempat dan tanggal lahir, alamat, agama, nomor telpon dan ponsel dan data krusial lainnya.

Terkait kasus ini, pakar keamanan siber Pratama Persadha langsung melakukan penelusuran di RaidForums, dan menemukan akun bernama C77 meng-upload data yang dia jual secara murah.
Data yang bertuliskan ‘Leaked Database KPAI’ tersebut diduga berisi database pelaporan masyarakat dari seluruh Indonesia dari tahun 2016 sampai sekarang.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Rian Alfianto




Close Ads