
Umat muslim melaksanakan shalat Idul Adha 1442 H di Kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Selasa (20/7/2021). Meski dilarang sejumlah wilayah di Jakarta menyelenggarakan Shalat Idul Adha 1442 H dengan membatasi jumlah jemaah menjadi 20-25 persen dari
JawaPos.com – Perayaan Idul Adha kemarin (20/7) relatif berjalan dengan tertib. Di sejumlah kota, masjid-masjid besar tidak menyelenggarakan salat Id sesuai imbauan pemerintah.
Meski begitu, ada sebagian masjid yang tetap menggelar salat Id berjamaah. Itu diketahui dari laporan yang masuk ke Dewan Masjid Indonesia (DMI). Di wilayah DKI Jakarta, misalnya, ada 36 masjid.
Perinciannya, 35 masjid di wilayah Jakarta Utara seperti di Kelurahan Sunter Agung, Sungai Bambu, dan Tanjung Priok. Lalu, 1 masjid lagi di Jakarta Pusat.
Ketua DMI DKI Jakarta Makmun Al Ayyubi mengatakan, laporan tersebut akan dijadikan evaluasi bersama. Ke depan, DMI terus meminta kepada pengelola masjid-masjid supaya dapat mengikuti aturan pemerintah untuk salat di rumah masing-masing. Apalagi, DKI Jakarta termasuk daerah penerapan PPKM darurat.
Makmun menuturkan, pihaknya hanya bisa menyampaikan anjuran. Begitu juga dengan imbauan bersama-sama MUI dan semua lembaga kelembagaan dan ormas Islam. ’’Biarpun kenyataannya di lapangan masih banyak viral yang menyelenggarakan (salat berjamaah, Red), ini menjadi evaluasi kita ke depan,’’ ujarnya.
Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan, secara umum perayaan Idul Adha berlangsung kondusif, khidmat, dan berjalan dengan baik. ’’Khususnya di kota-kota besar, tidak ada salat Id di masjid-masjid atau musala,’’ katanya. Hal itu menunjukkan kedewasaan dan kesadaran masyarakat semakin tinggi dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes) pada masa pandemi.
Dia mengatakan, kalaupun ada yang tetap melaksanakan salat berjamaah, prokes diterapkan dengan sangat ketat. Kemudian, biasanya dilakukan di masjid atau musala yang terbatas bagi warga permukiman atau kompleks perumahan tersebut.
Wakil Ketua MUI Asorun Ni’am Sholeh juga menyampaikan apresiasi kepada umat Islam secara umum karena sudah berkontribusi menegakkan protokol kesehatan dalam merayakan Idul Adha. Umat Islam menerapkan protokol tersebut tanpa kehilangan esensi pelaksanaan ibadah Idul Adha.
”Saya menginisiasi takbir akbar virtual bertajuk UIN Bertakbir,” katanya. Kegiatan itu diikuti para ulama dan guru besar. Pelaksanaan salat Idul Adha juga berjalan tertib serta khidmat. Dia salat Id di pesantren Al-Nahdlah, Depok, dengan jumlah jamaah sangat terbatas.
Baca juga: PPKM Darurat hingga 25 Juli, Pemerintah Sebar Bansos Rp 55,2 Triliun
Sementara itu, Presiden Joko Widodo kemarin melaksanakan salat Id di halaman Istana Bogor secara terbatas bersama anggota Paspampres. Sedangkan Wakil Presiden Ma’ruf Amin menggelar salat Idul Adha secara terbatas di rumah dinasnya di Jakarta. Ma’ruf Amin bertindak sebagai imam. Direktur Utama Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) MUI Aminudin Yakub menjadi khatib. ’’Kita mengajak masyarakat untuk mematuhi, mengikuti ajakan pemerintah. Termasuk juga saya, sesuai dengan ketentuan,’’ kata Wapres.
Ma’ruf menambahkan, anjuran pemerintah itu disampaikan untuk menghindari terjadinya klaster penularan baru yang berpotensi meningkatkan kasus Covid-19 di Indonesia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022