Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 November 2020 | 04.45 WIB

Jauhi Kerumunan Bisa Minimalisasi Penularan Covid-19 Hingga 100 Persen

CEGAH KERUMUNAN: Warga beraktivitas di pasar tradisional di Jalan Gresikan kemarin. Pedagang dan pengunjung harus tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi. (Robertus Risky/Jawa Pos) - Image

CEGAH KERUMUNAN: Warga beraktivitas di pasar tradisional di Jalan Gresikan kemarin. Pedagang dan pengunjung harus tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi. (Robertus Risky/Jawa Pos)

JawaPos.com - Menjauhi kerumunan disebut bisa meminimalisasi penularan virus korona atau Covid-19 hingga 100 persen. Hal ini diungkapkan, Kasubbid Tracking Satgas Covid-19, Kusmedi Priharto dalam diskusi BNPB dengan tema 'Berburu Zona Hijau: Testing, Tracing dan Treatment' melalui siaran Youtube, Kamis (18/11).

"Menjaga jarak itu malah bisa sampai 100 persen tidak menular," kata Kusmedi.

Kusmedi meminta masyarakat dapat patuh disiplin 3M yakni, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun atau handsanitizer dan menjaga jarak. Dia menyampaikan, menggunakan masker akan menahan orang tertular hanya 10 sampai dengan 15 persen.


"Kemudian menjaga jarak itu makin membuat orang tidak tertular, yang jelas artinya bagaimana mengatakan semua protokol kesehatan itu dilakukan dengan baik," pinta Kusmedi.

Sementara itu, Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19, Sonny Harry B. Harmadi menyatakan, upaya memutus rantai penularan Covid-19 bisa dilakukan dengan 3T yakni, testing, tracing, dan treatment. Kemudian, dari sisi perubahan perilaku juga harus disiplin menerapkan 3M.

"Keduanya ini butuh didukung oleh perubahan perilaku," ujar Sonny.

Sonny mengharapkan, masyarakat untuk tidak takut melakukan testing. Menurutnya, dengan melakukan rapid tes atau swab tes hal ini justru akan menjadi pahlawan kesehatan bagi orang-orang sekitar.

"Kekhawatiran kalau positif lalu kemudian menimbulkan stigma negatif di masyarakat. Padahal mereka yang mau dites mereka yang mau kemudian rela untuk melakukan isolasi atau karantina, kalau dia positif atau mau dirawat itu justru pahlawan-pahlawan kemanusiaan yang bisa memutus rantai penularan," pungkasnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=dluH1GD7TkI

 

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore