
Menteri Sosial Juliari Batubara saat pertemuan konsolidasi dengan tujuh menteri dan sembilan kepala lembaga di bawah lingkup koordinasi Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (31/10/2019). Adapun konsolidasi tersebut membahas percepatan pencapaian visi dan misi pres
JawaPos.com - Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan ibu hamil dan anak usia dini tercukupi asupan gizinya melalui bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) untuk mencegah terjadinya bayi dan balita stunting di tengah pandemi virus korona atau Covid-19. Sebab, pada masa pandemi daya beli masyarakat menurun.
"Untuk itu PKH dicairkan setiap bulan agar ibu-ibu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH tetap ada pemasukan. Uang bansos ini harus dimanfaatkan untuk membeli bahan pangan bergizi seperti telur, ikan, daging, sayur dan buah-buahan," kata Menteri Sosial Juliari Peter Batubara dalam keterangannya, Rabu (22/7).
Berdasarkan data Direktorat Jaminan Sosial Keluarga (JSK) Kemensos, kata Juliari, jumlah ibu hamil yang menerima PKH pada 2020 ini sebanyak 60.908 orang. Sedangkan jumlah anak usia dini sebanyak 2,9 juta.
Menurutnya, jumlah bantuan untuk komponen ibu hamil dan anak usia dini tahun ini masing-masing mendapatkan Rp3 juta setiap tahunnya. Total penerimaan mengalani kenaikan dibandingkan dengan tahun lalu senilai Rp2,4 juta.
"Kenaikan anggaran ini merupakan wujud negara hadir di tengah rakyatnya untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil dan anak usia dini, meningkatkan asupan gizi mereka, sehingga anak-anak Indonesia tumbuh sehat dan tidak stunting," ucap Juliari.
Urusan gizi, lanjut Juliari, tidak boleh dilupakan dalam kedaan apapun termasuk di tengah Covid-19. Apabila gizi anak terpenuhi, maka anak-anak tumbuh sehat dan dapat berprestasi di sekolah dan tidak mudah terserang berbagai penyakit seperi Covid-19.
"Gizi yang baik bagi ibu hamil dan anak usia dini juga akan mencegah stunting. Dengan gizi yang baik maka imun tubuh anak-anak akan semakin kuat,” cetus Juliari.
Juliari tak menginginkan, adanya stunting atau masalah gizi kronis pada balita yang ditandai dengan tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan dengan anak seusianya. Bahkan, anak yang menderita stunting akan lebih rentan terhadap penyakit dan ketika dewasa berisiko untuk mengidap penyakit degeneratif.
"Untuk mencegah stunting, Bapak Presiden Joko Widodo telah mencanangkan intervensi pencegahan stunting yang melibatkan lintas kementerian dan lembaga. Kemensos terlibat dalam hal ini melalui dua program prioritas nasional yakni PKH dan Program Sembako dimana saaran kedua program ini adalah para ibu dan anak-anak," beber Juliari.
Juliari berharap, dapat menekan angka stunting di Indonesia. Sehingga dapat tercapai target Sustainable Development Goals (SDGs) pada 2025 yaitu penurunan angka stunting hingga 40 persen.
Untuk diketahui, data Kemensos mencatat jumlah ibu hamil yang mendapatkan bantuan PKH terbanyak di provinsi Jawa Timur mencapai 12.851 orang, Jawa Tengah dan Jawa Barat mencapai masing masing 11.925 dan 10.565 KPM.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
