
Photo
JawaPos.com - Kepala Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bambang Sudibyo menegaskan pemotongan hewan kurban harus menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat. Sehingga pelaksanaan kurban dapat mencegah penularan virus korona.
Pelaksanaan hari raya Idul Adha semakin dekat. Jika tidak ada halangan, pemerintah menggelar sidang isbat penetapan Idul Adha pada 21 Juli depan. Pelaksanaan Idul Adha kemungkinan besar jatuh pada 31 Juli depan.
Bambang menjelaskan menyambut Idul Adha tahun ini, mereka meluncurkan program Kurban Online Baznas. Meskipun menggunakan nama online, protokol kesehatan tetap diberlakukan. Sebab nantinya tetap ada proses penyembelihan hewan kurban oleh petugas.
"Protokol kesehatan diantaranya terkait SDM, proses pemilihan hewan kurban, penyembelihan, dan pengelolaan hingga pendistribusian daging kurban," katanya di Jakarta Senin (6/7).
Secara teknis ada ketentuan yang sudah mereka buat, seperti melakukan pembatasan jumlah panitia dan pekerja pemotongan hewan kurban. Semua panitia wajib memperhatikan aturan terkait jaga jarak, memakai alat pelindung diri (APD) dasar. Seperti mengenakan masker, sarung tangan, kacamata safety, apron, dan sepatu boots.
"Selain SDM, dalam pemilihan hewan kurban juga memberlakukan standar sesuai syariat Islam," katanya. Seperti hewan kurban harus jantan, gemuk, cukup umur, sehat, dan tidak cacat. Kemudian secara administrasi ada surat keterangan kesehatan hewan oleh dokter hewan atau petugas berwenang.
Bambang mengatakan, dalam proses penyembelihan hewan kurban pihaknya berupaya tidak melibatkan atau mengundang banyak perhatian orang. Untuk itu, penyembelihan dilakukan di tempat penyembelihan hewan kurban yang tertutup. Baik itu di rumah potong hewan (RPH) atau di tempat pemotongan hewan (TPH) yang terpisah dari pemukiman warga.
"Setelah disembelih dan dikemas, daging kurban langsung didistribusikan dengan metode push approach. Tidak ada lagi kupon pembagian hewan kurban,’’ jelasnya.
Ketua Panitia Kurban Online Baznas Shady Arpenta mengatakan, mereka berkomitmen memberikan kemudahan dalam pemotongan hewan. Khususnya bagi para mitra atau lembaga di daerah. "Kurban online Baznas menjamin kualitas penyembelihan hewan kurban. Baik secara Syariah, kesehatan, dan kesejahteraan hewan," paparnya.
Dia mengatakan program ini nantinya disalurkan ke 58 titik dengan target 3.500 hewan kurban. Sedangkan total penerima daging kurban diperkirakan mencapai 70 ribu kepala keluarga. Dari laman resmi Baznas, untuk kambing dibandrol Rp 2,5 juta/ekor dengan bobot 27-30 kg. sedangkan sapi Rp 17,5 juta dengan berat 200-300 kg.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
