Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 Februari 2020 | 22.07 WIB

Menteri Nadiem Nilai Pelajar Indonesia Butuh Dua Kompetensi Tambahan

Mendikbud Nadiem Makarim dalam rapat dengan DPR, Kamis (12/12). Dery Ridwansah/JawaPos.com) - Image

Mendikbud Nadiem Makarim dalam rapat dengan DPR, Kamis (12/12). Dery Ridwansah/JawaPos.com)

JawaPos.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menyampaikan kalau di era digital seperti saat ini, pelajar atau anak-anak di Indonesia membutuhkan dua kompetensi tambahan. Kedua kompetensi tersebut adalah compassion dan computational thinking.

Soal dua kompetensi tambahan tersebut, disampaikan Nadiem melalui Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikbud Awaluddin Tjalla, saat menggantikannya hadir di acara Grow With Google di Jakarta, Selasa (18/2).

"Mas Nadiem titip pesan kalau compassion dan computational thinking merupakan kompetensi tambahan yang dibutuhkan untuk anak-anak di Indonesia saat ini. Kami mencoba melakukan kajian pada kurikulum kita ketika Pak Presiden dilantik, yaitu pembangunan SDM dan pendidikan sebagai salah satu core," ujar Awaluddin.

Dia melanjutkan, ada dimensi literasi yang ingin diperhatikan oleh Kemendikbud, terutama soal literasi digital. Awaluddin menambahkan, Mendikbud Nadiem akan memperhatikan hal ini untuk pertimbangan kebijakan ke depan.

Hal tersebut disampaikan Awalludin sejak Nadiem menggelar Rapimnas pertama. Saat itu, Nadiem mengatakan bahwa lembaga pendidikan harus didekatkan dengan konteks ketenagakerjaan dalam perspektif globalisasi, karena itu harus ada computational thinking.

"Kami saat ini juga terus berbenah terkait dengan kompetensi ini. Untuk mempersiapkan kurikulum mengenai kompetensi ini," lanjutnya.

Kemendikbud juga disampaikannya telah melakukan studi-studi internal, di mana ada penilaian dalam kompetensi anak Indonesia, ditemukan adanya permasalahan keterbatasan guru untuk menyampaikan pelajaran computational thinking di ruang kelas.

Oleh karenanya, untuk dapat mewujudkan hal tersebut, pemerintah membutuhkan bantuan pihak lain yang salah satunya adalah Google. Awaluddin menambahkan lewat bantuan Google, computational thinking akan memberikan kontribusi pemahaman dan mendukung kecakapan abad 21 sesuai kurikulum nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Managing Director Google Indonesia Randy Jusuf menyampaikan, pihaknya akan yurut andil menyiapkan Indonesia menghadapi masa depan perekonomian global yang digital. "Ini adalah langkah yang penting bagi negara dan ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab semua pihak," sebutnya.

Adapun salah satu cara Google membantu pemerintah di Indonesia mengatasi kesulitan-kesulitan di era digital, adalah dengan meluncurkan program Grow With Google. Secara sederhana, Grow with Google merupakan program yang ditujukan untuk membantu menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat Indonesia, seiring dengan perkembangan digital. Termasuk memberikan dukungan terhadap guru-guru dan edukasi di era digital.

"Ini membutuhkan kemitraan yang lebih luas dan mendalam antara pemerintah dan kalangan industri, bisnis besar dan wiraswasta serta para pendidik dan organisasi non profit dengan menjadikan edukasi dan keterampilan, sebagai titik pusat dari visi bersama masa depan Indonesia," tandasnya.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore