
Mendikbud Nadiem Makarim dalam rapat dengan DPR, Kamis (12/12). Dery Ridwansah/JawaPos.com)
JawaPos.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menyampaikan kalau di era digital seperti saat ini, pelajar atau anak-anak di Indonesia membutuhkan dua kompetensi tambahan. Kedua kompetensi tersebut adalah compassion dan computational thinking.
Soal dua kompetensi tambahan tersebut, disampaikan Nadiem melalui Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikbud Awaluddin Tjalla, saat menggantikannya hadir di acara Grow With Google di Jakarta, Selasa (18/2).
"Mas Nadiem titip pesan kalau compassion dan computational thinking merupakan kompetensi tambahan yang dibutuhkan untuk anak-anak di Indonesia saat ini. Kami mencoba melakukan kajian pada kurikulum kita ketika Pak Presiden dilantik, yaitu pembangunan SDM dan pendidikan sebagai salah satu core," ujar Awaluddin.
Dia melanjutkan, ada dimensi literasi yang ingin diperhatikan oleh Kemendikbud, terutama soal literasi digital. Awaluddin menambahkan, Mendikbud Nadiem akan memperhatikan hal ini untuk pertimbangan kebijakan ke depan.
Hal tersebut disampaikan Awalludin sejak Nadiem menggelar Rapimnas pertama. Saat itu, Nadiem mengatakan bahwa lembaga pendidikan harus didekatkan dengan konteks ketenagakerjaan dalam perspektif globalisasi, karena itu harus ada computational thinking.
"Kami saat ini juga terus berbenah terkait dengan kompetensi ini. Untuk mempersiapkan kurikulum mengenai kompetensi ini," lanjutnya.
Kemendikbud juga disampaikannya telah melakukan studi-studi internal, di mana ada penilaian dalam kompetensi anak Indonesia, ditemukan adanya permasalahan keterbatasan guru untuk menyampaikan pelajaran computational thinking di ruang kelas.
Oleh karenanya, untuk dapat mewujudkan hal tersebut, pemerintah membutuhkan bantuan pihak lain yang salah satunya adalah Google. Awaluddin menambahkan lewat bantuan Google, computational thinking akan memberikan kontribusi pemahaman dan mendukung kecakapan abad 21 sesuai kurikulum nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Managing Director Google Indonesia Randy Jusuf menyampaikan, pihaknya akan yurut andil menyiapkan Indonesia menghadapi masa depan perekonomian global yang digital. "Ini adalah langkah yang penting bagi negara dan ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab semua pihak," sebutnya.
Adapun salah satu cara Google membantu pemerintah di Indonesia mengatasi kesulitan-kesulitan di era digital, adalah dengan meluncurkan program Grow With Google. Secara sederhana, Grow with Google merupakan program yang ditujukan untuk membantu menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat Indonesia, seiring dengan perkembangan digital. Termasuk memberikan dukungan terhadap guru-guru dan edukasi di era digital.
"Ini membutuhkan kemitraan yang lebih luas dan mendalam antara pemerintah dan kalangan industri, bisnis besar dan wiraswasta serta para pendidik dan organisasi non profit dengan menjadikan edukasi dan keterampilan, sebagai titik pusat dari visi bersama masa depan Indonesia," tandasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
