
Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjadi pemeran pendukung di film 22 Menit
JawaPos.com - Masih ingat dengan peristiwa bom di kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis, 14 Januari 2016? Pasalnya, banyak cerita di balik serangan teroris yang berafiliasi dengan ISIS itu.
Hingga akhirnya, peristiwa ini diangkat dalam sebuah film berjudul 22 Menit. Karya Eugene Panji dan Myrna Paramita tersebut rilis pada 19 Juli 2018 kemarin.
Film berdurasi 71 menit ini benar-benar menggambarkan situasi di dua lokasi ledakan bom. Film ini juga tak lepas dari romansa seorang petugas kepolisian lalu lintas bernama Firman yang diperankan Ade Firman Hakim yang tengah diacuhkan pacarnya.
Ada adegan menarik yang diperankan Firman di balik romansanya. Yaitu, ketika dia menilang dua orang yang berboncengan menggunakan sepeda motor di kawasan tersebut.
Ternyata yang ditilang adalah Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan istrinya, Tri Suswati. Tampil sporty mengenakan kaos putih bercorak, celana panjang abu-abu, dilengkapi topi berwarna cokelat susu, Tito memerankan pengendara motor yang tidak mematuhi peraturan lalu lintas.
Bersama istrinya yang memakai setelah baju olahraga hitam, kerudung putih, dan juga topi putih, Tito tidak memakai helm saat berkendara.
Dia lantas dihampiri dan ditegur Briptu Firman, serta diminta untuk menunjukkan surat-suratnya. Tito lalu bertanya mengapa dia diberhentikan. "Salah saya apa Pak?" tanya dia.
Firman pun menjelaskan bahwa Tito tidak memakai kelengkapan seperti helm saat berkendara. Istri Tito, Tri kemudian meminta agar mereka tidak ditilang. "Jangan ditilang dong Pak, kita kan temennya Pak Kapolri nih Pak, liat tuh," kata Tri.
Tentu, adegan ini pasti menarik perhatian para polisi dan masyarakat yang menontonnya. Bahkan saat JawaPos.com yang berkesempatan nonton bersama jajaran Divisi Humas Polri di hari pertama rilis film, semua yang menyaksikan adegan tertawa.
Sebagaimana diketahui, pada saat kejadian bom Thamrin, Tito tengah menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya. Berada di lokasi dengan cepat sesaat ledakan terjadi sekitar pukul 10.39 WIB di kedai kopi Starbucks, Theater Djakarta.
Dilanjutkan sebelas detik kemudian di pos polisi di depan Gedung Sarinah, Tito memimpin aksi penyergapan para teroris yang masih berada di kawasan tersebut.
Adegan lain dalam film ini yang menarik perhatian yakni ketika Karomisinter Divhubinter Polri Brigjen Pol Krisna Murti muncul sebagai penjual sate yang sempat viral di kawasan Sarinah. Bahkan, diceritakan dia sempat melayani salah satu terduga teroris di tenda satenya.
Kendati menjadi saat melayani pembeli sebagai penjual sate, Krisna tetap terlihat kaku dan tidak bisa lepas dari statusnya sebagai sosok polisi yang tegas.
Adapun dalam kejadian bom Thamrin, Krisna yang saat itu menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya juga ikut dalam penyergapan para teroris di bawah pimpinan Tito.
Dirinya sempat viral, itu karena penampilannya yang dinilai keren di mata para netizen wanita. Dalam aksinya kala itu, Krisna memakai kaos berwarna biru gelap dilapisi rompi anti peluru, serta kaca mata hitam.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
