Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 Februari 2018 | 23.26 WIB

Prof Sardjito dan Semboyan ‘Dengan Memberi, Seseorang Menjadi Kaya’

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani didampingi Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Panut Mulyono, Jakarta, Selasa (27/2). - Image

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani didampingi Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Panut Mulyono, Jakarta, Selasa (27/2).

JawaPos.com – 'Door Het Geven Wordt Men Rijk'. Kalimat nasihat dalam bahasa Belanda ini kalau diartikan bunyinya ‘Dengan Memberi, Seseorang Menjadi Kaya’.


Mungkin tak banyak yang tahu, semboyan ini menjadi prinsip hidup seorang tokoh yang banyak berjasa bagi bangsa Indonesia, yaitu Prof. Dr. Sardjito MD, MPH. Karena jasanya dan para pahlawan lainnya, Indonesia bisa mencapai gerbang kemerdekaan.


“Itu tidak hanya jadi semboyan. Tetapi diamalkan sejak muda hingga akhir hayatnya,” kata Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Panut Mulyono di Jakarta, Selasa (27/2).


Banyak karya yang telah dihasilkan oleh Sardjito semasa hidupnya. Panut menuturkan, salah satu karya legendaris pria kelahiran Magetan 1889 itu, yakni vaksin untuk para tentara di medan perang.


Selain vaksin, Sardjito juga membuat makanan bervitamin yang terkenal dengan sebutan biskuit Sardjito. Kondisi yang tak kondusif ketika perang memaksa Sardjito memindahkan Institut Pasteur yang sebelumnya berada di Bandung, ke Klaten.


“Dengan dipindahkan ke Klaten, Sardjito mampu memproduksi obat dan vaksin untuk kesehatan tentara republik yang sedang menghadapi NICA,” tutur Panut.


Pada saat itu, Sardjito juga menjabat sebagai Kepala Palang Merah di Klaten. Panut mengatakan, meski menjadi seorang Kepala Palang Merah, Sardjito tak sungkan terjun langsung membantu korban perang.


Di luar bidang kesehatan, Sardjito juga mempunyai andil di bidang pendidikan. Sardjito tercatat sebagai rektor pertama UGM.


Menurut Panut, beban menjadi rektor pertama tidaklah mudah. Sardjito harus berjuang mempertahankan dan menghidupi universitasnya.


“Keuangan terbatas. Diperkeruh lambatnya birokrasi,” kata Panut.


Atas sumbangsihnya yang begitu tinggi di bidang kesehatan dan pendidikan itu, Panut mengatakan, sudah semestinya pemerintah memberikan gelar pahlawan nasional kepada Sardjito.


Dalam kesempatan sama, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani mengutip pesan sang proklamator, bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya.


“Bung Karno mengingatkan kita jangan sekali-kali meninggalkan sejarah. Bangsa yang besar menghormati jasa pahlawannya,” kata Puan.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore