
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani didampingi Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Panut Mulyono, Jakarta, Selasa (27/2).
JawaPos.com – 'Door Het Geven Wordt Men Rijk'. Kalimat nasihat dalam bahasa Belanda ini kalau diartikan bunyinya ‘Dengan Memberi, Seseorang Menjadi Kaya’.
Mungkin tak banyak yang tahu, semboyan ini menjadi prinsip hidup seorang tokoh yang banyak berjasa bagi bangsa Indonesia, yaitu Prof. Dr. Sardjito MD, MPH. Karena jasanya dan para pahlawan lainnya, Indonesia bisa mencapai gerbang kemerdekaan.
“Itu tidak hanya jadi semboyan. Tetapi diamalkan sejak muda hingga akhir hayatnya,” kata Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Panut Mulyono di Jakarta, Selasa (27/2).
Banyak karya yang telah dihasilkan oleh Sardjito semasa hidupnya. Panut menuturkan, salah satu karya legendaris pria kelahiran Magetan 1889 itu, yakni vaksin untuk para tentara di medan perang.
Selain vaksin, Sardjito juga membuat makanan bervitamin yang terkenal dengan sebutan biskuit Sardjito. Kondisi yang tak kondusif ketika perang memaksa Sardjito memindahkan Institut Pasteur yang sebelumnya berada di Bandung, ke Klaten.
“Dengan dipindahkan ke Klaten, Sardjito mampu memproduksi obat dan vaksin untuk kesehatan tentara republik yang sedang menghadapi NICA,” tutur Panut.
Pada saat itu, Sardjito juga menjabat sebagai Kepala Palang Merah di Klaten. Panut mengatakan, meski menjadi seorang Kepala Palang Merah, Sardjito tak sungkan terjun langsung membantu korban perang.
Di luar bidang kesehatan, Sardjito juga mempunyai andil di bidang pendidikan. Sardjito tercatat sebagai rektor pertama UGM.
Menurut Panut, beban menjadi rektor pertama tidaklah mudah. Sardjito harus berjuang mempertahankan dan menghidupi universitasnya.
“Keuangan terbatas. Diperkeruh lambatnya birokrasi,” kata Panut.
Atas sumbangsihnya yang begitu tinggi di bidang kesehatan dan pendidikan itu, Panut mengatakan, sudah semestinya pemerintah memberikan gelar pahlawan nasional kepada Sardjito.
Dalam kesempatan sama, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani mengutip pesan sang proklamator, bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya.
“Bung Karno mengingatkan kita jangan sekali-kali meninggalkan sejarah. Bangsa yang besar menghormati jasa pahlawannya,” kata Puan.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
