
Ilustrasi tahapan seleksi PPPK. (JawaPos.com)
JawaPos.com - Seleksi penerimaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahap I selesai digelar Jumat (17/9) kemarin. Banyak catatan dalam penyelenggaraannya. Mulai dari jawaban pertanyaan tidak jelas, peserta datang terlambat, dan lainnya.
Sejumlah persoalan dalam pelaksanaan seleksi PPPK itu menjadi sorotan Perkumpulan Teacherprenuer Indonesia Cerdas (PTIC). Sekjen PTIC Dodi Iswanto berharap kejadian-kejadian dalam seleksi PPPK tahap pertama itu tidak terulang dalam tahap kedua yang digelar 26-30 Oktober mendatang.
"Saat pelaksanaan seleksi PPPK tahap 1, terdapat beberapa kendala teknis yang ditemukan," katanya kepada wartawan Sabtu (18/9). Diantaranya banyak peserta yang salah jadwal. Ini disebabkan peserta tidak mengetahui informasi bahwa kartu ujian harus dicetak pada H-1 atau sehari sebelum sesi seleksi hari pertama.
Ketidaktahuan itu membuat banyak peserta yang salah jadwal. "Ada juga yang terlambat datang ke tempat ujian," jelasnya. Dodi mengatakan ada juga peserta yang mengeluh kesulitan melakukan swab antigen gratis. Sebab ada peserta yang berada jauh dari pusat kota tempat ujian. Sehingga mereka kesulitan mengakses tempat untuk mendapatkan swab antigen maupun PCR.
Dia juga mengungkapkan ada peserta ujian yang menyampaikan item soal yang jawabannya kurang jelas. Bahkan peserta menilai ada soal yang mereka yakini tidak ada kunci jawabannya atau tidak ada jawaban benarnya. "Kendala lainnya yang dihadapi di lapangkan adalah sistem yang tidak stabil," jelasnya.
Di beberapa tempat ujian, mereka menemukan aplikasi tiba-tiba log out dan harus dilakukan reset sistem dari awal. Lalu yang paling banyak dikeluhkan peserta adalah tingkat kesukaran soal yang lebih sulit daripada saat mengikuti latihan mandiri. Dia menekankan sejumlah kendala itu jangan sampai terjadi lagi di seleksi PPPK tahap kedua nanti.
Di tengah sejumlah kendala itu, Dodi menyambut baik solusi yang diambil Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbudristek Iwan Syahril. Seperti diketahui Iwan mengambil langkah cepat menerbitkan aturan tambahan No. 5044/B/GT.01.00/2021.
Selain itu mengumumkan di Instagram resmi GTK Kemendikbudristek untuk peserta yang terlambat hadir ke tempat ujian dan tidak hadir karena alasan khusus tertentu dapat melakukan ujian susulan pada 18 September 2021. "Atau juga bisa mengikuti ujian seleksi tahap 2 tanggal 26 - 30 Oktober 2021," jelas Dodi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022