
Yenti Garnasih. (Muhamad Ali/Jawa Pos)
JawaPos.com - Lembaga korupsi di Hong Kong terbilang sukses dalam menumpas para koruptor. Namun model pemberantasan korupsi di negeri berjuluk Mutiara dari Timur itu tidak disetujui oleh Ketua Panitia Seleksi (Pansel) KPK Yenti Ganarsih.
Menurut Yenti, dia tidak suka ada yang membanding-bandingkan KPK dengan lembaga korupsi di Hong Kong. Karena tidak bisa dibandingkan Indonesia yang terdiri dari banyak pulau hanya dibandingkan dengan Hong Kong yang tidak seluas Indonesia.
"Jadi dengan Indonesia permasalahannya banyak ini. Kita ini tidak sepakat kalau KPK ini perlu seperti dengan KPK-nya Hong Kong," ujar Yenti dalam disukusi di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (18/7).
Menurut Yenti harus dibedakan antara Indonesia dengan Hong Kong. Karena tidak bisa disamakan. Hong Kong bagi Yenti diibaratkan hanya sebesar wilayah Jakarta Selatan.
Sehingga dia berharap semua pihak jangan lagi membanding-bandingkan Indonesia dengan Hong Kong dalam hal pemberantasan korupsi.
"Hong Kong ini luasnya hanya sebesar Jakarta Selatan. Jadi jangan pakai Hong Kong dong," kata Yenti.
Yenti menegaskan KPK di Indonesia lebih baik dari yang ada di Hong Kong. Karena pemberantasan korupsi di sana tidak memiliki penuntutan. Jadi hanya sebatas penindakan saja.
Hal ini berbeda dengan di Indonesia, KPK memiliki fungsi penuntutan dan penindakan. Kalau di Hong Kong penuntutan tetap ditangani kejaksaan.
"Bahkan di Hong Kong hanya penindakan saja. Soal penuntutan itu di kejaksaan. Jadi kita lebih baik dari pada Hongkong" ungkapnya.
Oleh sebab itu, Yenti menanyakan apakah ingin Indonesia yang sudah sedemikian bagus mekanismenya dalam pemberantasan korupsi. Ingin seperti di Hong Kong yang tidak bisa melakukan penuntutan.
"Kita sudah lebih maju, apa mau dimundurkan," pungkasnya.
Sekadar informasi, Komisi pemberantasan korupsi Hong Kong atau Hong Kong Independent Commission Against Corruption (ICAC) didirikan tahun 15 Februari 1974 oleh Gubernur Sir Murray MacLoehose. Kala itu ketika Hong Hong masih berada di kekuasaan Inggris.

Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor Pantai Gading vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Misi Erling Haaland Pulangkan Wakil Afrika
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Sejarah! Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026 Hancurkan Korea Selatan 3-0
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di 32 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Pembuktian Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Marquinhos Akui Samurai Biru Sedang Percaya Diri
Prediksi Susunan Pemain Timnas Norwegia vs Pantai Gading di 32 Besar Piala Dunia 2026: Sudah Lakukan Rotasi, Martin Odegaard Siap Menan
Pakai Tas Mewah, Tiga Pengasuh Anak-anak Raffi Ahmad-Nagita Slavina Sedang Asik Liburan Jadi Sorotan
Prediksi Skor Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026: Oranje Dijagokan Menang Tipis Kontra Singa Atlas
