
Ilustrasi
Jawapos.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terus memonitor selama 24 jam dan memberikan informasi seputar gempa bumi dan peringatan dini tsunami. Hal tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi dalam pengurangan risiko dampak gempa bumi dan tsunami.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyampaikan, pengamatan gempa bumi berada di magnitude 5 atau lebih berpusat di Pusat Gempa Nasional BMKG. Sementara untuk gempa bumi dengan magnitude di bawah 5 terpusat di Stasiun Geofisika.
"Terdapat di seluruh wilayah Indonesia berjumlah 33 Stasiun Geofisika dengan 165 sensor seismograf dan 285 accelerometer," kata Dwikorita Senin (18/12).
Dia menerangkan, secara geografis, Indonesia terletak pada pertemuan 3 lempeng tektonik utama dunia yang bergerak saling mendesak satu dengan lain. Ketiga lempeng tersebut adalah Lempeng Indo-Australia di sebelah Selatan, Lempeng Pasifik di sebelah Timur, Lempeng Eurasia di sebelah Utara (sebagian besar wilayah Indonesia), dan ditambah Lempeng Laut Philipina.
Adapun karakteristik lempeng tektonik adalah Lempeng Indo-Australia bergerak ke arah Utara dan bertumbuk dengan Lempeng Eurasia. Sementara Lempeng Pasifik bergerak ke arah Barat sedangkan Lempeng Eurasia relatif diam.
"Kondisi tersebut menyebabkan Indonesia sebagai wilayah 'supermarket bencana' yang rawan gempa bumi dan tsunami. Meskipun teknologi saat ini belum ada yang dapat memprediksi terjadinya gempa bumi secara tepat dan akurat," ujarnya.
Hal ini dibuktikan dari data Indeks Rawan Bencana Indonesia (IRBI) bahwa ancaman tsunami Indonesia adalah 46 persen dari panjang pantai Kepulauan Indonesia, 233 dari 515 Kabupaten, dan 23 dari 34 Provinsi.
Berdasarkan sejarah gempa bumi yang tercacat oleh BMKG, telah terjadi gempa bumi rata-rata sebanyak 4.500 kali per tahun. Di antaranya gempa bumi dengan magnitude 5 atau lebih, yang sifatnya mulai merusak terjadi sebanyak rata-rata 360 kali per tahun.
"Sebagai langkah pengurangan risiko dampak gempa bumi dan tsunami, diharapkan masyarakat agar lebih siap sebelum terjadi gempa dan tsunami, termasuk struktur bangunan, serta langkah melakukan penyelamatan saat gempa bumi dan tsunami," ujar Dwikorita.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
