Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 17 Desember 2017 | 23.10 WIB

Warga Garut Korban Gempa Bumi Meninggal Dunia Saat Berzikir

Masjid Attalim Dusun Cipicung Desa Karangsari Kecamatan Padaherang, Pangandaran rusak Sabtu (16/12/2017). - Image

Masjid Attalim Dusun Cipicung Desa Karangsari Kecamatan Padaherang, Pangandaran rusak Sabtu (16/12/2017).

JawaPos.com – Gempa bumi berkekuatan 7,3 skala richter (SR) telah merusak ribuan bangunan dan menelan dua korban jiwa di wilayah Priangan Timur (Priatim), Jawa Barat. Korban meninggal berasal dari Ciamis dan Garut. Gempa yang terjadi di 43 Km barat daya Kabupaten Tasikmalaya, itu disusul guncangan berkekuatan 6,9 SR.


Data yang dihimpun Radar Tasikmlaya (Jawa Pos Group), hingga Sabtu malam (16/12), tercatat di Kabupaten Tasikmalaya 1.509 unit bangunan rusak, Kota Tasikmalaya 256 unit, Garut 44 unit, Pangandaran 291 unit, Ciamis 664 unit dan Banjar 50 unit. Total mencapai 2.814 unit.


Bangunan-bangunan rusak tersebut terdiri dari rumah, kantor, masjid, madrasah, sekolah, pondok pesantren, rumah sakit dan puskesmas.


Di Kabupaten Garut, gempa bumi menelan satu korban jiwa. Kusnadi (60), warga Kampung/Desa Cihuni Kecamatan Pangatikan terkena serangan jantung saat bumi bergoyang kencang.


“Korban memiliki riwayat penyakit jantung. Akhirnya kambuh dan meninggal dunia,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Garut Dadi Djakaria kemarin.


Menurut dia, gempa susulan berkekuatan 6,9 SR menciptakan getaran yang sangat kencang. Warga yang kebanyakan sedang terlelap tidur pun panik dan secepatnya menyelamatkan diri. “Korban saat itu tengah berzikir. Mungkin sakitnya kambuh,” terang dia.


Dadi mengimbau warga Garut agar kembali bersikap tenang. Jangan terus-terusan panik. Laksanakanlah aktivitas seperti biasa.


Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya EZ Alfian menerangkan, berdasarkan hasil verifikasi data sementara hingga kemarin (16/12) sekitar pukul 19.00, bangunan yang rusak terdiri dari 1.452 rumah, satu aula, tiga kantor, 22 masjid, 13 madrasah, 15 SD/SMP/SMA, satu rumah sakit, satu puskesmas, dan satu pondok pesantren.


Kerusakan bangunan tersebut terjadi di 27 kecamatan. “Itu merupakan hasil verifikasi tim di lapangan. Kemungkinan itu bertambah,” katanya kemarin (15/12).


Menurut Alfian, tingkat kerusakan bangunan pada umumnya merupakan rusak sedang. Pihaknya masih terus melakukan pendataan. “Alhamdulillah sampai saat ini korban meninggal tidak ada laporan. Sedangkan untuk luka-luka karena memang pada umumnya tertimpa reruntuhan plafon dan genting dan yang mengalami luka yakni empat orang,” tuturnya.


Sementara, pascagempa pada Jumat (15/12), pihaknya masih memberlakukan status darurat bencana dan siaga. “Darurat bencana ini sampai awal bulan Januari dilihat dari situasi dan kondisi,” ujarnya.


Masyarakat di wilayah pesisir pantai yang semula dievakuasi ke dataran tinggi karena ada pemberitahuan potensi tsunami, kata dia, kemarin sudah kembali pulang. “Setelah status (potensi tsunami) itu dicabut masyarakat kembali pulang ke rumahnya masing-masing,” tutur mantan kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tasikmalaya ini.


Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Laksamana Muda (Purn) Willem Rampangilei menerangkan gempa di wilayah Kota dan Kabupaten Tasikmalaya tidak menimbulkan korban jiwa. Hanya ada empat korban luka berat. Mereka sudah dirawat dan kembali pulang.


Saat ini, terang dia, pemerintah daerah (pemda) di masing-masing wilayah sedang melakukan pendataan dan verifikasi data. Dukungan logistik dari pemda juga sudah cukup memenuhi.


“Saat ini kami terus mengumpulkan data yang ada. Yang lebih penting ada penanganan bagi masyarakat yang terdampak dan rumahnya rusak sehingga tidak bisa tinggal di rumahnya,” ujar dia kepada wartawan saat konferensi pers di Lanud Wiriadinata Tasikmalaya kemarin.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore