
Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjadi salah satu pembicara dalam panel discussion yang diselenggarakan di Markas PBB, New York, Senin (30/10).
JawaPos.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjadi salah satu pembicara dalam panel discussion yang diselenggarakan di Markas PBB, New York, Senin (30/10). Tito mewakili Indonesia membicarakan isu global saat ini.
Di dalam panel discussion itu, tampil sebagai moderator adalah Permanent Representative of Indonesia for the United Nations HE Dian Triansyah Djani, Keynote Remarks Chief of Policy and Coordinating Unit UNOCT Mr Rafiuddin Shah (Pakistan), panelis pertama Permanent Representative of Singapore for United Nations HE Burhan Gafoor, dan panelis kedua Kapolri Jenderal Tito.
Dalam diskusi yang dihadiri 52 perwakilan negara tersebut, Tito berbicara mengenai Strategy and Counter Strategy on Global Terrorist Networks, serta pandangannya tentang terorisme global yang telah menjadi isu utama dalam keamanan dunia Internasional saat ini.
Tito membagi fenomena terorisme global kontemporer dalam dua gelombang besar. “Gelombang pertama saat kemunculan Al Qaeda sebagai jaringan kelompok terorisme global pertama kali di dunia dan gelombang kedua sejak 2014 saat ISIS muncul sebagai ancaman baru bagi keamanan dunia,” tutur dia dalam pesan siaran yang diterima JawaPos.com, Selasa (31/10).
Mantan Kapolda Papua ini menjelaskan pentingnya konsep strategi soft approach dalam menghadapi kelompok terorisme, tidak hanya mengandalkan hard approach.
Dia menambahkan, apa yang selama ini ada di pemikiran dunia, bila teroris adalah Islam itu salah. “Teroris bukan Islam dan Islam bukanlah teroris,” kata dia.
Kapolri juga menyampaikan adanya penurunan kualitas dan jumlah serangan teror yang terjadi di Indonesia, mengingat terorisme global tidak mungkin diselesaikan hanya dengan penggunaan senjata.
Dalam pendekatan lunak ini, Tito menjelaskan sedikitnya ada 5 langkah yang bisa ditempuh, yakni kontraradikalisasi, deradikalisasi, kontraideologi, menetralisir saluran, dan menetralisir situasi yang mendukung penyebaran paham radikal.
Lalu di akhir diskusi, Kapolri menyampaikan pesan penting kepada PBB tentang perlunya menjaga perdamaian dunia khususnya di negara negara Islam. “PBB perlu memprioritaskan penyelesaian konflik terkait warga Muslim karena ideologi radikal akan berkembang aktif dan mendapat panggung jika terjadi konflik itu,” kata dia.
Selain mengikuti Panel Discussion, Kapolri juga menyempatkan diri untuk melakukan pembicaraan dengan USG Dept Field Support Mr Atul Khare untuk membicarakan kelanjutan pengiriman pasukan Polri untuk misi perdamaian dunia serta bertemu dengan USG UNOCT Mr Vladimir Voronkov guna berbagi informasi tentang penanganan terorisme global.
Pada kesempatan itu, Mr Voronkov menawarkan Jenderal Tito untuk berbicara dalam forum khusus yang diikuti semua negara anggota PBB tentang terorisme yang diadakan PBB pada bulan Juni 2018 di New York.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Prediksi Skor Al-Hilal vs Al-Gharafa di Liga Champions Asia: Gabriel Martinelli Cetak Gol Lagi!
Prediksi Genoa vs Sudtirol: Rotasi De Rossi Jadi Sorotan, Laga Coppa Italia Bisa Berlangsung Sengit
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Osasuna di Liga Spanyol: Los Colchoneros Menang di Metropolitano

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022