alexametrics

Tingkat Hunian Rumah Sakit untuk Pasien Covid-19 di Kudus Makin Tinggi

16 Juni 2021, 10:32:39 WIB

JawaPos.com – Pemkab Kudus akan menambah kapasitas TT di rumah sakit (RS) untuk pasien Covid-19. Dari semula 550 TT menjadi 779 TT.

”Kami terus mendorong rumah sakit untuk meningkatkan kapasitas tempat tidur. Sehingga masyarakat Kudus (yang terpapar Covid-19, Red) bisa tertangani semua. Dari pusat bahkan mendorong untuk menambah kapasitas tempat tidur hingga 50 persen,” ujar Bupati Kudus M. Hartopo seperti dilaporkan Jawa Pos Radar Kudus.

Untuk merealisasikannya, Hartopo memiliki beberapa opsi. Antara lain penawaran bantuan dari Rumah Sakit Lapangan (Rumkitlap) Vastenberg Solo. Hingga memaksimalkan tempat isolasi terpusat di kabupaten. Di antaranya di Rusunawa Bakalan Krapyak dengan kapasitas 180 orang. Selain itu, ada tempat isolasi terpusat di tiap-tiap desa. Mulai balai desa, rumah dinas bidan, puskesmas pembantu, hingga kelenteng.

Pemkab Kudus juga masih memiliki opsi di Balai Diklat Sonyawarih, Hotel Graha Muria Colo, dan Asrama Akbid Kudus. ”Kami tinggal membutuhkan tambahan tenaga kesehatan untuk mengoperasikan tempat isolasi terpusat yang tersebar di beberapa titik dengan total kapasitas 779 orang itu,” jelasnya.

Kepala Dinkes Kabupaten Kudus Badai Ismoyo menyebutkan, penambahan itu memang mendesak. Mengingat kapasitas ketersediaan TT atau bed occupancy rate (BOR) isolasi Covid-19 di Kabupaten Kudus memang hampir penuh. Ketersediaan TT di RS rujukan Covid-19 sudah mencapai 93 persen.

”Bupati memberikan instruksi penambahan TT isolasi di RS rujukan. Dengan penambahan lebih dari 750 TT yang harus tersedia,” jelasnya. Dia menambahkan, bila melihat kasus penambahan rerata 150 kasus, dimungkinkan TT di RS segera terisi penuh.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : lyn/wan/riq/ewb/den/aro/c14/c9/oni

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads