JawaPos Radar

Laporan Langsung dari Madinah

331 Jamaah Haji Wafat di Tanah Suci

13/09/2018, 18:11 WIB | Editor: Ilham Safutra
331 Jamaah Haji Wafat di Tanah Suci
Petugas kesehatan haji mengevakuasi jamaah yang sakit saat wukuf di Arafah. (FIRZAN SYAHRONI/Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - Musim haji bakal berakhir dua minggu lagi. Hingga Kamis dini hari (13/9), sebagian besar jamaah haji sudah pulang ke Tanah Air. Berdasar data sistem komputerisasi haji terpadu (siskohat) Kementerian Agama (Kemenag), jumlah jamaah haji yang sudah kembali ke Indonesia sebanyak 112.440 orang. Sedangkan jumlah petugas kloter yang pulang sebanyak 1.396 orang. Dengan demikian, totalnya sebanyak 113.836 orang.

Namun, di balik pemulangan itu ada sebagian jamaah yang tidak kembali ke kampung halaman. Mereka wafat saat menunaikan rukun islam kelima itu. Hingga kamis (13/9) tercatat 331 orang jamaah haji wafat. Padahal, pada Selasa lalu (11/9), baru 327 orang.

Kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah Nirwan Satriya mengatakan, tiga besar penyakit yang menyebabkan kematian jamaah haji adalah respiratory disease (gangguan pernafasan), cardiovascular disease (jantung), dan shock sepsis (infeks berat).

331 Jamaah Haji Wafat di Tanah Suci
Jamaah haji tiba di Bandara Madinah untuk pulang ke Indonesia. (FIRZAN SYAHRONI/JAWA POS)

Meski begitu, angka kematian jamaah haji sampai hari ini masih lebih sedikit dibanding tahun lalu. Pada 2017, total jamaah haji yang wafat sebanyak 691 orang.

Surat Edaran Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag mengenai syarat kesehatan untuk berangkat haji berperan besar dalam menekan angka kematian jamaah haji tahun ini. Hal itu disampaikan Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Eka Jusuf Singka.

“Ini sangat positif bagi jamaah dan menunjukkan komitmen terhadap perlindungan jamaah haji Indonesia,” kata Eka Jusuf.

Eka mengatakan, sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 tahun 2016 tentang Istitha'ah Kesehatan jamaah haji, terdapat tiga penyakit yang dianggap tidak memenuhi syarat berangkat haji. "Pertama, penyakit yang dapat mengancam jiwa. Kedua, penyakit gangguan jiwa berat, dan ketiga, penyakit yang tidak dapat disembuhkan,” tandasnya.

oni/jpc/jpk

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up