
ILustrasi pasangan muda yang tengah menjalin hubungan.(Pixabay)
JawaPos.com - Pelecehan atau kekerasan seksual tidak hanya terjadi oleh orang yang sama sekali tak dikenal korban. Risiko tersebut juga rawan terjadi pada sepasang kekasih yang memiliki hubungan khusus atau biasa disebut pacaran.
Komisioner Komnas Perempuan Alimatul Qibtiyah menyatakan, pacaran termasuk relasi yang berisiko. Hubungan tersebut kerap dimanfaatkan oknum untuk kepentingan aktivitas seks. Dan, jika itu terjadi, biasanya yang cenderung dirugikan adalah perempuan. ”Dijanjikan mau kawin, dijanjikan mau dinikahi (saat merayu, Red),” ujarnya. Faktanya, tidak sedikit yang justru ditinggalkan.
Dari hasil pengamatannya, hubungan orang yang berpacaran cenderung melahirkan relasi yang tidak seimbang. Biasanya, laki-laki lebih dominan dalam memaksakan kehendaknya. Dalam kultur masyarakat patriarki, laki-laki kerap merasa lebih berwenang. ”Ketika terjadi relasi kuasa yang timpang, (perempuan, Red) tidak berani mengatakan tidak,” ungkapnya.
Belum lagi, permintaan tersebut kerap diikuti dengan ancaman, rayuan secara terus-menerus, perilaku yang tidak nyaman, bahkan mengungkit-ungkit pemberian materi. ”Apalagi, kalau itu terjadi di hubungan yang sudah toxic. Susah untuk menghindari relasi yang tidak sehat,” kata jebolan Universitas Western Sydney tersebut.
Lantas, apakah aktivitas seksual dalam pacaran bisa dijerat hukuman? Alim menyebutkan, secara normatif, bisa. Namun, seperti kasus lainnya, pemidanaannya tidak mudah. Selain ada problem dalam regulasi, ada faktor lain.
Pada umumnya, korban memilih untuk diam. Itu disebabkan faktor psikososial dan pengetahuan yang lemah. Mereka jarang melaporkan kasus pelecehan yang dialaminya karena rendahnya pengetahuan tentang perilaku yang dikategorikan sebagai pelecehan seksual.
Di samping itu, faktor ketergantungan psikis, finansial, dan sosial korban terhadap pelaku mengakibatkan korban mengalami dilema untuk mengungkap kasus pelecehan seksual yang dialaminya.
Seniman yang juga dosen filsafat Universitas Indonesia Saras Dewi memandang, kekerasan dalam relasi merupakan imbas dari budaya patriarki yang mengakar. Itu diperparah dengan berkembangnya budaya pop yang seolah melanggengkan hal tersebut.
’’Seolah-olah berdasarkan lelaki dan perempuan itu ada mana yang lebih superior dan mana yang lebih inferior. Selain internalisasi yang dilakukan dari agama, adat, nilai sosial, dan kebiasaan sosial, stereotipe itu saya juga melihat banyak sekali (dari) aspek-aspek budaya populer,” tuturnya.
Baca juga: Menyikapi Maraknya Kasus Pelecehan Seksual, Berdiri Bersama Korban
Di dalam relasi pacaran bahkan rumah tangga, perempuan seolah ditempatkan menjadi pihak yang harus legawa dan menjadi pembimbing agar pasangannya menjadi pasangan yang lebih baik. ’’Kalau berjalan secara timbal balik, mungkin itu menjadi hubungan yang lebih setara. Tapi, justru sering kali malah ditempatkan (bebannya) kepada perempuan,” tambah penulis Buku Saku Standar Operasional Penanganan Kasus Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus itu.
Ketika menerima diposisikan seperti itu, perempuan juga sering mengambil sikap untuk diam dan menerima. Padahal, disadari atau tidak, relasi tersebut merupakan hubungan toksik yang harus dihindari. (far/dee/c12/c17/fal)

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
