alexametrics

Menyikapi Maraknya Kasus Pelecehan Seksual, Berdiri Bersama Korban

13 Juni 2021, 11:00:24 WIB

Don’t Touch Me. Single kolaborasi Marion Jola, Danilla Riyadi, dan Ramengvrl itu mengirim pesan penting. Semua, terlebih perempuan, harus menjadi pribadi yang lebih kuat, termasuk dalam memerangi pelecehan seksual.

SEJUMLAH lirik pada lagu yang diaransemen Danilla dan Lafa Pratomo itu seperti mencerminkan realitas kasus pelecehan seksual yang marak terjadi. Misalnya, Why should I be the one who takes the blame yang menggambarkan betapa korban sering menjadi pihak yang disalahkan (victim blaming). Atau, Stop telling me, I do things for myself. Pernyataan untuk tidak mendikte korban, misalnya soal cara berpakaian.

Dalam jumpa pers virtual Kamis (10/6), Marion mengungkapkan, ide lirik dan tema berawal dari pembicaraannya dengan Danilla dan Ramengvrl. Lantaran ketiganya punya gaya musik dan vokal berbeda, harus ada satu kesamaan yang membuat mereka klik dalam berkarya. ’’Akhirnya, pas itu sepakat bikin lagu tentang perempuan dan hal-hal nggak enak yang sering kami alami,” tutur Marion.

Sebenarnya proyek Don’t Touch Me mulai dikerjakan Maret lalu. Kebetulan, saat lagu dirilis pada Jumat (11/6), isu pelecehan seksual dan kampanye perlawanannya sedang marak dibahas, bahkan menjadi trending di media sosial.

Marion, Danilla, dan Ramengvrl menyatakan bahwa semua itu merupakan kebetulan. ’’Apalagi kalau mau rilis lagu kan nggak bisa asal rilis. Semua ada jadwalnya,” kata Marion.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : len/dee/c7/fal

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads