
Penumpang MRT menggunakan masker di Kawasan stasiun MRT Bendungan Hilir, Jakarta, Rabu (5/2/2019). Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Coronavirus sebagai kondisi darurat Internasional pada 31 Januari 2020. Hal ini dibuktikan dengan adanya penyebaran v
JawaPos.com - Harga masker N95 di pasaran harganya sudah mencapai jutaan Rupiah. Untuk 1 boks isi 20 buah, bisa mencapai Rp 1 juta hingga Rp 2 juta. Kenaikan harga masker N95 disebabkan ketersediaan yang langka di pasaran menyusul wabah virus Korona jenis baru asal Wuhan, Tiongkok, yang melanda secara global.
Menanggapi mahalnya harga masker dan animo masyarakat yang memburu masker N95, Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Achmad Yurianto menegaskan sebetulnya masker jenis apapun atau masker apapun sama efektifnya untuk pencegahan. Kunci utamanya adalah pola disiplin diri dalam menjalankan Pola Bersih Hidup dan Sehat (PHBS).
"Pakai masker apa saja itu aman dan efektif. Yang salah itu adalah cara pakainya, kadang enggak ketutup semuanya hidung dan mulut. Hanya hidungnya saja atau mulutnya saja. Lalu enggak cuci tangan, dan lainnya," tukas Yurianto kepada wartawan di Jakarta, Senin (10/2).
Yurianto menjelaskan sebetulnya N95 awalnya bukan masker kesehatan masyarakat. Masker N95 adalah masker untuk petugas medis yang bekerja di laboratorium.
"Masker itu awalnya bukan untuk masker kesehatan masyarakat. Tapi untuk yang kerja di laboratorium dengan udara bersih, dingin, enggak ada spora," jelasnya.
Dan masker N95 memang tidak diperuntukkan untuk anak-anak. Sehingga tak ada ukuran yang dibuat untuk anak-anak.
"Enggak pernah dibuat ukuran anak-anak. Fix untuk dewasa. Coba saja pakai N95 terus untuk negara tropis ini, pasti setengah jam juga sudah engap. Bahkan anak kecil kalau pakai itu mukanya tenggelam, ketutup semua karena kebesaran," katanya tertawa.
Maka masker N95 adalah masker yang direkomendasikan untuk petugas laboratorium. Hal itu juga sebagai imbauan untuk masyarakat bahwa tak perlu memburu masker dengan harga tinggi atau semahal mungkin. Sebab masker apa saja, masker biasa pun tetap efektif.
"Pakai N95 ngapain juga kalau bawahnya bolong di area dagu. Lalu sebagus-bagusnya semahal-mahalnya masker pun, lagi makan tetap dibuka kan? Nah pas makan enggak cuci tangan ya sama saja bohong," jelasnya.
"Sakit itu bukan takdir. Sakit karena kelakuannya sendiri. Dan sakit itu enggak enak," tambahnya.
Lalu siapa saja dan kondisi apa saja yang menyarankan seseorang sebaiknya untuk memakai masker?
1. Sedang flu, sedang sakit batuk dan pilek
2. Seorang diri di sebuah ruangan
3. Saat mandi
4. Dan di tengah kerumunan jika kita ragu apakah orang-orang di sekitar kita sakit atau sehat.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
