
Pameran industri TPT (Tekstil dan Produk Tekstil) bagi pelaku industri tekstil dan fashion
JawaPos.com - Industri tanah air membutuhkan tenaga kerja hingga 600 ribu orang per tahun. Hanya saja angka sebesar itu hingga kini belum bisa terpenuhi.
Kondisi itu sangat diakui oleh Kepala Badan Pengembangan SDM Industri Kementerian Perindustrian Mujiono. Dikatakannya, dari sekian banyak kebutuhan tenaga kerja tersebut, didominasi kualifikasi lulusan SMK atau SMA.
Menurut perhitungannya, dari kebutuhan 600 ribu orang per tahun itu, 350 ribu di antaranya adalah untuk lulusan SMK. "Kebutuhan seperti itu belum bisa dipenuhi, karena kesenjangan kompetensi," katanya usai membuka pelatihan asesor di kantornya Senin (8/4).
Kesenjangan kompetensi itu adalah antara kurikulum di SMK dengan tuntutan kompetensi dari dunia industri. Untuk mengatasinya kurikulum di SMK saat ini, maka harus diselaraskan dengan dunia industri.
Mujiono berharap dengan adanya penyelarasan tersebut, lulusan SMK ke depannya lebih siap diterima masuk ke dunia kerja. Upaya ke arah itu yakni harus adanya program satu industri membina sejumlah SMK. Saat ini ada 855 unit industri yang mengikuti program pembinaan SMK tersebut. Sementara jumlah SMK yang sudah dibina menacpai 2.612 unit. Dengan total perjanjian kerja sama mencapai 4.000 lebih. "Karena satu SMK bisa menandatangani beberapa perjanjian kerja sama," katanya.
Photo
Lulusan SMK belum mampu memenuhi standar kompetensi tenaga kerja yang dibutuhkan dunia industri. (Dok. JawaPos.com)
Di tempat yang sama, Ketua Dewan Pengarah Lembaga Sertifikasi Kopetensi Kimia Industri (LSP-KI) Mas Ayu Elita Hafizah menuturkan, pelatihan asesor yang digelar di Badan Pengembangan SDM Industri khusus untuk asoser bidang kimia industri. Pendidikan dan pelatihan (diklat) asesor itu diikuti sebanyak 24 orang.
Kini, pemerintah sudah menetapkan ada sepuluh strategi prioritas dalam menerapkan Making Indonesia 4.0 melalui peningkatan kualitas SDM Indonesia. Melalui pelatihan tersebut diharapkan bisa mencetak asesor yang kompeten.
"Asesor yang mampu menjadi pembina dan penentu untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja. Khususnya tenaga kerja yang bergerak di bidang industri kimia," pungkasnya.
Photo

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
