
Wakil Presiden Jusuf Kalla saat diwawancarai awak media beberapa waktu lalu
JawaPos.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menegaskan bahwa mitigasi bencana tidak perlu diajarkan atau dimasukkan dalam kurikulum pendidikan. Menurutnya, setiap masyarakat hanya butuh pelatihan agar tanggap bencana.
“Soal kebencanaan itu tidak perlu diajarkan, cuma perlu dilatih. Tentu dengan latihan itu menjelaskan. Jadi seperti kalau ada gempa, maka harus berada di bawah meja. Kalau ada memang terjangan tsunami, lari. Atau gempa bumi itu harus keluar ke lapangan,” ujarnya di Kantor Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Selasa (8/1).
Tanda-tanda bencana datang juga harus dipahami masyarakat, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah rawan bencana. Namun, dibutuhkan petunjuk yang jelas untuk mengetahui jalur evakuasi di setiap daerah.
“Hal-hal begitu (perlu) dilatih bukan diajarkan. Pokoknya (jika ada) bunyi sirene, ke luar dari ruangan. Tapi itu baru bisa kalau ada petunjuknya. Mitigasi escape-nya di mana, tempat berkumpulnya di mana,” kata dia.
Pemerintah diminta memfasilitasi pelatihan dan simulasi tersebut secara teratur. Sebagai contoh yang sudah diberlakukan di sejumlah daerah, misalnya di Padang dan Aceh.
“Di beberapa tempat seperti di Padang itu sering dilakukan simulasi. Di beberapa kota, juga di Aceh sering diadakan, siap itu. kita minta ini yang teratur. Katakanlah dua kali setahun, di Jepang begitu dua kali setahun. Bunyi sirine, jadi orang ngumpet di sini, di mana tempat berkumpul, di sana, di lapangan situ,” papar JK.
Dia menginstruksikan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk melaksanakan pelatihan tersebut di daerah yang memiliki potensi bencana besar. Dengan demikian, tanggap bencana tidak perlu masuk kurikulum pendidikan.
“Kurikulumnya macam mana, di mana mana juga latihan. Apa yang mau diajarkan? Itu berhubungan (dengan mata pelajaran) Geografi, masukkan saja. Tidak perlu kita diajarkan apa. Latihan, latihan. Simulasi. Itu saja,” tegasnya.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyambut permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyisipkan mitigasi bencana dalam kurikulum. Dia memastikan, kebencanaan akan masuk program pendidikan penguatan karakter (PPPK), bukan mata pelajaran tersendiri.
“Ya karena itu instruksi presiden pasti kita laksanakan walaupun sekarang kita juga sudah menyiapkan. Modulnya sudah ada,” ujar Muhadjir saat ditemui di kantornya, Senayan, Jakarta, Kamis (27/12).

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
