
LULUH LANTAK: Puing-puing berserakan di area Pelabuhan Beirut setelah dihajar ledakan dahsyat pada Selasa (4/8). Sedikitnya 100 orang tewas dan ribuan terluka. (AFP)
JawaPos.com - Indonesia menyampaikan bela sungkawa atas bencana ledakan yang terjadi di Pelabuhan Beirut, Lebanon, Selasa (4/8). Bencana yang disinyalir dipicu 2.750 ton amonium nitrat itu menewaskan ratusan jiwa.
Wakil Ketua MPR Syarief Hasan menyampaikan bela sungkawa atas tewasnya seratus lebih orang dan 4 ribu jiwa yang terluka atas ledakan tersebut.
“Saya selaku pribadi dan pimpinan MPR menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya. Semoga sahabat kami, warga Kota Beirut diberikan ketabahan dan keadaannya segera pulih kembali,” ungkap Syarief Hasan.
Berdasar data dari Kementerian Luar Negeri, terdapat 1.447 WNI yang sedang berada di Lebanon. Mereka adalah TNI yang sedang menjalani misi perdamaian PBB dengan jumlah 1.234 orang. Selebihnya sipil, termasuk mahasiswa dan pegawai di KBRI Lebanon. Beberapa dari mereka ada yang terluka.
Anggota Komisi I DPR yang membidangi luar negeri tersebut mendorong Kemenlu segera berkoordinasi dengan KBRI agar membentuk posko, bila diperlukan bagi WNI yang memerlukan bantuan. “Komunikasi dengan WNI juga penting untuk menunjukkan kehadiran negara menciptakan rasa aman dalam situasi sulit bagi WNI yang sedang berada di luar negeri,” ujar anggota Fraksi Partai Demokrat itu.
Selain itu, Syareif mendorong pemerintah untuk memberikan dukungan dan bantuan kemanusiaan kepada pemerintah dan rakyat Lebanon. “Langkah dukungan dan bantuan kemanusiaan sangatlah penting sebagai wujud solidaritas antarbangsa,” ungkap Syarief Hasan.
Dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia, Lebanon menjadi negara ketiga setelah Mesir dan Syria yang mengakui kedaulatan Indonesia pada 29 Juli 1947 silam.
“Sudah seharusnya Pemerintah Indonesia membantu Lebanon sebagai bagian dari misi kemanusiaan sekaligus bagian dari langkah untuk menjaga hubungan baik dengan Lebanon yang pernah memberikan pengakuan kedaulatan”, tegas Syarief Hasan.
Dia mendukung Pemerintah Lebanon untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab ledakan. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi kejadian sama seperti yang mengguncang jantung kota Lebanon itu.
“Sudah seharusnya, pihak yang bertanggungjawab diusut secara tuntas agar tidak menimbulkan instabilitas di Lebanon. Pemerintah Indonesia mendukung sebagai bentuk pengejewantahan tujuan bernegara yakni ikut melaksanakan ketertiban dunia sebagaimana Pembukaan UUD NRI 1945,” tutup Syarief Hasan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
35 Santri Keracunan MBG Masih Dirawat di RS Siti Hajar Sidoarjo
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Prediksi Sassuolo vs Frosinone di Coppa Italia 2026/2027: Jay Idzes Cs Menang Susah Payah
