
Mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Komarudin Hidayat saat ditemui di kantor Kementerian Agama (Kemenag), Jakarta Pusat, Rabu (20/3).
JawaPos.com - Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Komaruddin Hidayat menjawab dugaan yang menyatakan dirinya melanggar hukum. Sebab diketahui bahwa ia juga merangkap jabatan sebagai komisaris di BUMN, yakni Komisaris Independen Bank Syariah Indonesia (BSI).
Adapun dugaan pelanggarannya adalah Pasal 41 di Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2019 tentang Statuta UIII yang melarang Rektor UIII memegang jabatan di BUMN/Perusahaan Swasta.
"UIII ini masih masa perintisan, konsolidasi. Ketika jadi komisaris, kampus juga belum beroperasi. Jadi tidak mengganggu (jabatan komisaris). Menurut rencana, UIII ini baru selesai pembangunannya dan konsolidasinya tahun 2024," jelas dia kepada JawaPos.com, Selasa (6/7).
Kebijakan terkait statuta tersebut belum berjalan. Pasalnya, UIII masih dalam tahap pembangunan dan konsolidasi. "Saya ikut merumuskan statuta itu. Saat ini statuta UIII belum bisa dilaksanakan secara sempurna. Mungkin 3 tahun lagi," ucap dia.
Adapun, ketika hendak menjadi komisaris pun, dirinya telah melapor dan meminta izin kepada Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) dan Ketua Wali Amanah UIII. Hal tersebut pun sudah disetujui.
"Saya sudah lapor dan minta izin pada Setwapres dan Ketua Wali Amanah untuk jadi komisaris di BSI, bahkan (rencananya bisa) jadi jembatan dan jaringan untuk mengembangkan program Ekonomi Syariah di UIII," tutur dia.
Karena UIII belum berjalan normal layaknya kampus, ia mengatakan tidak ada lembaga yang dirugikan, baik BSI maupun UIII yang berada di bawah Kementerian Agama (Kemenag). Dirinya pun mengaku siap untuk melepaskan dua jabatan tersebut.
Baca juga: Rektor UIII Ternyata Rangkap Jabatan jadi Komisaris Bank BUMN
"Kalau sudah normal (UIII beroperasi) akan saya lepaskan (jabatannya). Mungkin keduanya, karena umur saya sudah 68 tahun (menjelang masa pensiun). Soal posisi rektor dan komisaris, kapan saja saya bisa lepaskan. Banyak orang yang lebih mampu dari saya. Kapasitas saya independen. Tak punya afiliasi dengan partai politik," pungkasnya.

Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Penentu Les Rouges Lolos 16 Besar
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
