
PENDONOR: Ketua Umum PMI Jusuf Kalla berbincang dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sebagai salah satu pendonor plasma konvaselen di markas PMI, Jakarta, kemarin (18/1). (ADE DANHURI/TIM MEDIA JK)
JawaPos.com - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat, Jusuf Kalla mengungkapkan saat ini permintaan konvalesen semakin meningkat seiring dengan masih tingginya kasus Covid-19 di Indonesia. Menurut JK, khusus untuk DKI Jakarta sendiri paling tidak ada 300 pasien yang masuk waiting list setiap harinya, dan PMI baru mampu memenuhi 100 permintaan.
Untuk itu, JK meminta kepada para penyintas Covid-19 mau mendonorkan konvalesennya demi membantu mereka yang masih berjuang melawan Covid-19.
"Saat ini setidaknya yang masuk di waiting list PMI DKI Jakarta ada sekitar 300 pasien setiap harinya, dan kami baru bisa memenuhi 100 permintaan berhubung kita masih kekurangan pendonor. Untuk kami berharap penyintas Covid-19 yang memenuhi syarat untuk mau mendonorkan konvalesen darahnya," ujar JK dalam keterangannya, Selasa (3/8).
Mantan Wakil Presiden ini mengungkapkan saat ini PMI telah berkerja sama dengan pihak Blue Bird untuk megantar jemput secara gratis para penyintas Covid-19 yang mau mendonorkan konvalesen darahnya.
"Saat ini PMI sudah ada kerja sama dengan pihak Blue Bird untuk memberi fasilitas antar jemput kepada penyintas Covid1-19 yang mau mendonorkan konvalesennya dan semua gratis," katanya.
Selain itu JK juga mengungkapkan bahwa beberapa Unit Donor Darah yang mampu mengolah konvalesen buka 24 jam. Sehingga diharapkan masyarakat penyintas Covid-19 bisa mendonorkan darahnya.
"Bagi yang sibuk kita ada beberapa Unit Darah yang buka 24 Jam, salah satunnya di UDD Kramat ini," ungkapnya.
Sekadar informasi, meskipun belum ada obat yang terbukti aman dan efektif untuk menyembuhkan Covid-19. Namun, penelitian telah membuktikan metode terapi plasma darah konvalesens yang diambil dari pasien yang telah sembuh dapat menolong pasien yang sedang menjalani perawatan Covid-19 di seluruh dunia.
Di Indonesia penggunaan terapi plasma konvalesen ini pertama kali digagas oleh Lembaga Biologi Molekuler Eijkman bersama PMI pada April 2020 silam.
Penggunaan terapi tersebut terbukti cukup ampuh untuk menolong pasien dengan kondisi kritis. Berdasarkan data dari PMI, akurasi kesembuhan terapi plasma konvalesen mencapai 99 persen di mana setiap 100 pasien yang diberikan terapi tersebut 99 di antaranya dinyatakan sembuh.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
