
Ilustrasi jenazah. Antara
JawaPos.com - Seorang santri sebuah pondok pesantren di Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, ditemukan tewas lantaran masuk selokan saat hendak melarikan diri, pada Selasa (8/6), dikutip dari POJOK SATU.
Kapolsek Leuwiliang, Kompol Agus Supriyanto menjelaskan, santri berinisial AS, 15, itu hendak kabur melalui ventilasi kamar mandi. Sesampainya di atas, dia terjatuh kemudian terbentur tembok tepi selokan di luar ponpes.
“Iya benar kejadiannya dan kami langsung melakukan pengurusan jenazah di bawa ke rumah sakit umum daerah dan tidak visum karena permintaan keluarga. Dia tidak tahu kalau dibawahnya ada got dan terbentur dagunya,” ucapnya.
Ia menjelaskan setelah loncat kaki dulu masuk ke saluran air, tapi dagu AS tersangkut di pinggiran sehingga mengalami luka sobekan.
“Untuk tingginya sekitar 2 meteran dan kami menerima laporan Rabu pagi sekitar pukul 09.00 dari pihak ponpes,” cetusnya.
Lebih lanjut ia mengungkapkan korban masih SMP kelahiran tahun 2008, dan asalnya dari Tangerang. “Saat ditemukan posisi tengkurap, pakaian lengkap, pakai baju biasa dan tidak pakai sarung,” kata Agus.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
