
Ketua DPP PDI Perjuangan, Ribka Tjiptaning, di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (13/2). (Muhamad Ridwan/JawaPos.com).
JawaPos.com - Ketua DPP PDI Perjuangan, Ribka Tjiptaning, menyayangkan penonaktifan jutaan peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS). Ia mengingatkan, pemberian bantuan tidak seharusnya dikaitkan dengan persoalan untung dan rugi, sebab program jaminan kesehatan merupakan tanggung jawab negara kepada rakyat.
“Tidak ada alasan untuk rugi. Memang BPJS bukan profit oriented. BPJS itu bukan asuransi, tapi BPJS itu salah satu bentuk hibah negara, salah satu bentuk bahwa negara itu hadir untuk rakyatnya. Jadi tidak ada alasan BPJS rugi, memang dibuat untuk rugi," kata Ribka Tjiptaning ditemui di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (13/2).
Menurutnya, pendekatan administrasi tidak boleh mengesampingkan aspek keadilan sosial. Ia menilai, alasan administratif yang digunakan untuk menonaktifkan peserta justru berpotensi merugikan masyarakat kecil yang sangat bergantung pada layanan kesehatan yang dijamin negara.
“Jadi jangan dibuat alasan administrasi itu untuk tidak berkeadilan. Maka itu saya menyuarakan terus 11 juta (peserta) itu harus diaktifkan kembali," tegasnya.
Ia pun mempertanyakan, letak persoalan yang menyebabkan jutaan peserta tersebut dinonaktifkan. Ribka meminta adanya kejelasan serta langkah konkret agar masyarakat tidak menjadi korban kebijakan yang dinilai tidak berpihak.
“Nah, jadi gimana ini? Salah di mana? Jadi kita berpegang tadi saya bilang sama relawan-relawan kesehatan untuk mendampingi rakyat di rumah sakit. Kalau ada alasan itu tidak aktif, harus protes,” ujarnya.
Ribka juga menekankan pentingnya pendampingan bagi masyarakat yang sedang menjalani pengobatan, terutama pasien dengan penyakit kronis dan mengancam nyawa. Ia menegaskan, layanan kesehatan bagi kelompok ini tidak boleh terhenti hanya karena persoalan administratif.
“Sebetulnya tidak ada alasan tidak diaktifkan, apalagi yang penyakit-penyakit yang sudah mengancam nyawa, misalnya cuci darah dan lain-lain. Itu tidak benar, tetap aktif. Dan saya menyuarakan bahwa itu tetap aktif minimal 3 bulan ke depan sebelum ada pendataan ulang," pungkasnya.

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
