
Komandan Puspom TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto saat menyampaikan keterangan kepada awak media di Jakarta pada Jumat (13/2). (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)
JawaPos.com - Meski terjadi banyak kasus sepanjang tahun lalu, Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI mengklaim pelanggaran hukum melibatkan prajurit turun signifikan. Menurut Komandan Puspom TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto itu terjadi karena meningkatnya kesadaran hukum di antara para prajurit.
”Untuk operasi penegakan ketertiban terjadi penurunan sekitar lima persen. Dari 500 sekian (pelanggaran) menjadi 425,” ungkap Yusri pada Jumat (13/2).
Tidak hanya penegakan ketertiban, pelanggaran yang ditemukan oleh Puspom TNI melalui operasi yustisi juga turun signifikan. Persentase penurunannya bahkan mencapai angka 40 persen. Menurut dia, itu tidak lepas dari peran jajaran Puspom TNI AD, TNI AL, dan TNI AU.
”Ada dua faktor, yang pertama memang kondisi prajurit sendiri sudah mulai sadar (hukum). Kemudian dari kami juga selalu mengedepankan edukasi dan sosialisasi,” kata dia.
Jenderal bintang dua TNI AD itu pun menyampaikan bahwa evaluasi tersebut turut melibatkan komandan-komandan satuan di seluruh jajaran TNI. Diantaranya melalui pembinaan satuan. Para komandan satuan juga diminta untuk lebih aktif mengawasi dan mengontrol anak buah agar tidak melanggar aturan.
Lebih lanjut, Yusri mengungkapkan bahwa tahun ini pihaknya kembali melaksanakan Operasi Penegakan Ketertiban dan Operasi Yustisi di jajaran TNI. Menurut dia, operasi tersebut dilaksanakan serentak di seluruh angkatan. Selain itu, operasi yang diselenggarakan oleh Puspom TNI berlangsung sepanjang tahun.
Khusus di level pusat gelar pasukan berlangsung di Plaza Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur (Jaktim) pada Jumat siang. Yusri memimpin langsung gelar pasukan yang dihadiri oleh lebih dari seribu pasukan. Baik TNI AD, TNI AL, TNI AU, maupun personel dari instansi lain seperti Polri, Kejaksaan, maupun Dinas Perhubungan.
”Gelar pasukan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia yang dilaksanakan di kotama masing-masing,” kata dia.
Selain itu, Yusri menekankan beberapa poin dari Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. Pertama, bekerja dengan niat ibadah, loyal, tulus, dan ikhlas. Kedua, memegang teguh Sumpah Prajurit, Sapta Marga, dan Delapan Wajib TNI. Ketiga, responsif terhadap perkembangan situasi melalui deteksi dini, cegah dini, dan reaksi cepat.
Keempat, solid, kompak, integratif, dan sinergis bersama seluruh komponen bangsa. Kelima, kreatif dan inovatif mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi guna mendukung modernisasi kekuatan TNI. Keenam, adaptif dan fleksibel dalam pelaksanaan tugas dengan mengoptimalkan pembinaan teknis di tengah masyarakat.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
