
TNI AU mengerahkan 1 unit helikopter untuk membantu operasi SAR pesawat yang hilang kontak di Maros. (TNI AU)
JawaPos.com - Sebanyak lebih dari 400 personel tim SAR gabungan dikerahkan untuk mengintensifkan pencarian pesawat jenis ATR yang diduga jatuh di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (17/1). Upaya pencarian melibatkan unsur TNI, Polri, Basarnas, Damkar, dan lainnya.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menyampaikan ratusan personel tersebut dikerahkan untuk mempercepat upaya pencarian. Sebab, hingga lebih dari 400 personel tim SAR gabungan dikerahkan intensifkan pencarian pesawat ATR di Maros. Pelibatan TNI, Polri, Basarnas saat ini belum diketahui secara pasti lokasi jatuhnya pesawat yang membawa 11 penumpang tersebut.
“Iya, untuk saat ini yang terdaftar mulai dari kemarin, personel yang kita, tim SAR gabungan yang dilibatkan 476. Itu berbagi dari TNI, Polri, dari pihak-pihak pemerintah, dan juga dari instansi-instansi lainnya, juga mahasiswa-mahasiswa, potensi-potensi SAR yang ada di Sulawesi Selatan,” kata Andi Sultan di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1).
Dalam mendukung operasi di lapangan, tim SAR gabungan juga menyiapkan sejumlah peralatan khusus yang disesuaikan dengan kondisi medan. Peralatan tersebut disiagakan untuk mengantisipasi kebutuhan evakuasi apabila titik jatuh pesawat telah dapat dipastikan secara aman.
“Iya, seperti itu juga kita membawa peralatan-peralatan ekstrikasi apabila dibutuhkan kami akan drop. Dan juga untuk komunikasi kami menggunakan HT dengan memasang repeater yang sudah terpasang. Begitu juga untuk alat komunikasi yang membackup itu ada Starlink Portable yang juga dibawa,” ucap Andi.
Dalam memaksimalkan upaya pencarian, lanjut Andi, tim SAR gabungan dibagi ke dalam sejumlah sektor kerja yang telah ditetapkan. Pembagian sektor ini dilakukan agar penyisiran dapat berjalan lebih terfokus dan sistematis, mengingat area pencarian yang cukup luas dan memiliki kontur berbukit serta jurang.
“Tim terbagi atas lima dengan lima sektor yang sudah kita tentukan ABCD-nya. Dan tadi sudah dilepas sama Bapak Danrem untuk tim satu, tim maju,” ujarnya.
Terkait temuan awal di lapangan, Andi Sultan mengungkapkan bahwa ditemukan dugaan serpihan-serpihan. Namun, ia belum menjelaskan secara pasti temuan tersebut, penentuan lebih lanjut akan menunggu hasil analisis dari pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
“Untuk masalah serpihan-serpihan, kami belum bisa memastikan bahwa ini adalah serpihan pesawat, tetapi melihat dari tanda sudah ada ciri yang bisa sedikit dan itu juga kami nanti dari KNKT yang memutuskan bahwa seperti ini, badan pesawat ini,” pungkasnya.
Sebelumnya, sebuah pesawat tujuan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dikabarkan hilang kontak saat dalam penerbangan, pada Sabtu (17/1). Pesawat jenis ATR 400 milik Indonesia Air Transport tersebut dilaporkan kehilangan komunikasi ketika berada di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Informasi yang beredar menyebutkan pesawat hilang kontak pada pukul 13.17 Wita di sekitar perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep. Pesawat yang melayani rute Jogjakarta–Makassar itu diperkirakan membawa 11 orang, terdiri dari delapan awak kabin dan tiga penumpang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022