Fajar Alfian/Rian Ardianto langsung tersingkir di babak pertama Malaysia Masters.
JawaPos.com – Fajar Alfian/Rian Ardianto lagi-lagi harus tersingkir di babak awal. Setelah gugur di babak 32 besar Malaysia Masters usai ditundukkan Kang Min-hyuk/Seo Seung-jae (16-21, 19-21), pasangan berakronim FajRi itu kemarin (6/6) takluk oleh pasangan Inggris Ben Lane/Sean Vendy.
Ironisnya, FajRi kalah dua game langsung (15-21, 18-21) di babak 32 besar Singapore Open.
’’Kami tentu kecewa dengan kekalahan ini. Sebelumnya kami juga gagal di Malaysia Masters. Di dua turnamen ini performa kami kurang bagus,’’ sesal Rian.
Fajar menuturkan, dilihat dari gaya mainnya, lawan dinilai sudah menyiapkan diri untuk bisa mengalahkannya. ’’Mereka main dengan defense yang kuat, baru balik serang. Sementara kami malah terburu-buru melakukan serangan dan kerap jadi bumerang,’’ paparnya.
Ben/Sean juga tampil lebih berani, tanpa beban dan fokus pada strategi yang diterapkan. ’’Saat kami lagi dapat poin, lawan break,’’ ucap pemain binaan SGS Bandung itu.
Fajar melanjutkan, setelah kalah, kini dirinya mulai melakukan evaluasi untuk bangkit. Turnamen terdekat adalah Indonesia Open pada pekan depan.
’’Kami harus melakukan latihan yang lebih keras agar hasil di next tournament bisa lebih baik. Saya ingin mengembalikan performa dulu, agar bisa lebih fresh dan bisa main lebih baik lagi,’’ ucapnya.
Rian menambahkan, untuk menghadapi Indonesia Open, salah satu evaluasinya adalah meningkatkan faktor mental, fisik, dan kepercayaan diri. ’’Selain itu, kami harus bisa main lebih enjoy lagi,’’ katanya.
Tak hanya di ganda putra, di sektor lain unggulan Indonesia juga tersungkur. Di antaranya Jonatan Christie yang harus takluk oleh andalan Tiongkok Shi Yu Qi (19-21, 12-21) di tunggal putra. Lalu, ganda campuran Dejan Ferdinansyah/Gloria E.
Widjaja dikalahkan duo Denmark Mathias Thyrri/Amalie Magelund (17-21, 19-21). ’’Hasil ini tentu saya tidak puas. Tidak hanya soal kekalahan, tetapi dari segi penampilan juga tidak seperti yang diharapkan,’’ keluh Jonatan.
Atlet yang akrab disapa Jojo itu menuturkan, seharusnya dirinya bisa bermain lebih baik di pertandingan tersebut. ’’Dalam pertandingan tadi, saya banyak salah sendiri dan kurang tenang,’’ tuturnya.
Menurut dia, melawan Shi Yu Qi selalu tak mudah dan harus lebih sabar. ’’Padahal, seharusnya saya bisa dapat poin banyak dengan memegang permainan depan dulu,’’ ucapnya.
Gloria pun kecewa dengan hasil yang didapat. Ini menjadi kali pertama setelah 2018 di Singapore Open. ’’Jadi, memang adaptasinya tidak lancar. Apalagi, kemarin juga latihan mencoba lapangan pertandingan cuma sebentar,’’ ujarnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
