
Ilustrasi perdagangan orang
JawaPos.com - Desk Ketenagakerjaan Polri baru saja memulangkan 9 Warga Negara Indonesia (WNI) korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dari Kamboja. Kasus itu bukan pertama kali terjadi. Sudah berulang kali WNI menjadi korban TPPO dengan iming-iming gaji tinggi kemudian dikirim ke Kamboja untuk masuk sindikat penipuan online.
Kepala Bareskrim Polri Komjen Syahardiantono mengakui hal itu sebagai tantangan. Kondisi tersebut harus ditangani oleh semua pihak terkait. Termasuk masyarakat yang kerap menjadi sasaran pelaku TPPO. Dia menyatakan bahwa masyarakat tidak boleh mudah terlena dengan iming-iming gaji tinggi di luar negeri. Sebab, bila sudah tertipu risikonya bisa kehilangan nyawa.
”Itulah situasi yang harus kita hadapi. Masih banyak yang mudah tergiur, tertipu dengan (modus) ini, sebenarnya kan awal mulanya di modus menipu. Modus menipu yang dipekerjakan dengan gaji yang tinggi segala macam. Tapi, akhirnya di sana tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan. Gajinya juga tidak besar, tidak sesuai dengan janji kerjaannya,” kata dia kepada awak media di Jakarta.
Agar persoalan tersebut tidak terus berulang, Syahar menyatakan, perlu upaya pencegahan yang lebih ekstra. Dia mengingatkan agar seluruh masyarakat yang mendapat tawaran kerja di luar negeri tidak mudah tergiur dengan iming-iming gaji tinggi. Jangan sampai kembali ada korban TPPO dari Indonesia yang dikirim ke Kamboja untuk dipaksa masuk sindikat penipuan online.
”Jangan cepat percaya kepada iming-iming, yang memberi iming-iming itu kan begitu mengantar kesana langsung ditinggal, nggak tanggung jawab. Apalagi awalnya adalah modus-modus penipuan,” jelasnya.
Untuk memastikan tawaran pekerjaan di luar negeri yang sampai kepada masyarakat benar atau tidak, Syahar meminta agar dilakukan cek ulang ke instansi-instansi pemerintah. Termasuk kepada pihak kepolisian. Dia memastikan bahwa seluruh jajaran Polri telah diminta untuk membantu masyarakat yang butuh informasi pasti mengenai tawaran pekerjaan ke luar negeri.
”Kalau misalnya (yang mengajak) baru kenal, dicek lagi kepada kami, juga ada lembaga-lembaga instansi yang bisa ditanya tentang itu. Ada kepolisian juga. Polisi bisa ditanya memastikan untuk itu. Tanya saja sama polisi, akan dicek nanti apakah benar atau tidak. Jangan cepat tergiur dan jangan cepat percaya,” pesan jenderal bintang tiga Polri tersebut.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
