Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 6 Desember 2025 | 04.09 WIB

Korban Meninggal Dunia di Aceh, Sumut, dan Sumbar Jadi 867 Orang, 521 Orang Belum Ditemukan

BNPB bersama Bupati Aceh Timur mendata korban terdampak sekaligus menyalurkan bantuan awal di Kecamatan Peunaron dan Serbajadi, Aceh Timur. (BNPB)

JawaPos.com-Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data korban meninggal dunia dan korban hilang pasca bencana di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Data terakhir pada Jumat (5/12), korban meninggal dunia sebanyak 867 orang dan 521 korban hilang. 

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan hal itu dalam konferensi pers yang disiarkan secara dalam jaringan (daring). Dia mengungkapkan bahwa ratusan korban meninggal dunia itu berasal dari 3 provinsi.

”Total di 3 provinsi itu 867 korban meninggal dunia dan masih ada 521 lainnya yang hilang,” terang dia. 

Berdasar data dari BNPB, jumlah korban terbanyak berasal dari Aceh dengan angka 345 meninggal dunia, kemudian Sumut sebanyak 312 korban meninggal dunia, dan Sumbar sebanyak 200 jiwa. Sementara data per kabupaten dan kota menunjukkan bahwa korban meninggal dunia paling banyak berasal dari Agam dan Tapanuli Tengah.

”Di Agam kita ketahui terdampak sangat signifikan akibat banjir bandang,” ungkap Abdul Muhari.

Di Agam, sudah ada 156 korban meninggal dunia. Sementara di Tapanuli Tengah ada sebanyak 124 korban meninggal dunia. Abdul Muhari mengungkapkan bahwa pihaknya masih terus bekerja keras untuk mencari ratusan korban hilang di 3 provinsi tersebut. 

Menurut Abdul Muhari, bencana alam yang terjadi di 3 provinsi menyebabkan 4,2 ribu korban luka-luka. Selain itu, sebanyak 849.123 korban terdampak bencana kini harus mengungsi. Ratusan ribu korban tersebut berasal dari Aceh sebanyak 775.346 orang, Sumut 51.433 orang, dan Sumbar 22.354 orang. 

Pengungsi paling banyak berada di Aceh Tamiang sebanyak 281,3 ribu. Kemudian Aceh Timur sebanyak 163,4 ribu. Dan Aceh Utara sebanyak 115 ribu pengungsi. Abdul Muhari menyampaikan bahwa hingga saat ini pemerintah masih terus mendorong bantuan untuk para pengungsi tersebut.

”Untuk pengiriman logistik ke warga terdampak, tetap kami melakukan tiga moda. Laut, darat, dan udara,” jelasnya. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore