
Foto udara pegunungan pasca longsor dan banjir Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Senin (1/12/2025). (Biro Setpres)
JawaPos.com - Anggota Komisi V DPR RI, Irine Roba, mendesak pemerintah pusat segera menetapkan bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai bencana nasional.
Ia menilai, besarnya jumlah korban jiwa, pengungsi, serta kerusakan infrastruktur sudah lebih dari cukup untuk mengambil langkah tersebut tanpa menunggu dampak yang lebih parah.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Jumat (5/12), tercatat korban meninggal dunia mencapai 846 jiwa, sementara 547 orang dilaporkan masih hilang. Bahkan, terdapat 582.540 warga harus mengungsi akibat bencana tersebut.
“Saya rasa tepat jika pemerintah menetapkan status bencana nasional pada bencana di Sumatera. Apalagi yang ditunggu?” kata Irine Roba kepada wartawan, Jumat (5/12).
Legislator Fraksi PDIP itu menyoroti kondisi para pengungsi yang semakin memprihatinkan akibat minimnya logistik, air bersih, dan layanan kesehatan.
Menurutnya, angka pengungsi yang telah melampaui 500 ribu orang menjadi bukti bahwa penanganan di lapangan membutuhkan dukungan lebih besar dari pemerintah pusat.
“Puluhan ribu keluarga kehilangan tempat tinggal. Banyak lokasi pengungsian minim logistik, akses air bersih terbatas, dan layanan medis tidak memadai,” ucap Irine.
Ia menjelaskan, perubahan status menjadi bencana nasional akan memberikan banyak manfaat signifikan dalam penanganan bencana. Keterlibatan langsung pemerintah pusat, kata Irine, dapat mempercepat proses penyaluran bantuan hingga pemulihan ekonomi masyarakat terdampak.
“Salah satu manfaat utama adalah pemerintah pusat bisa memprioritaskan bantuan. Saat status darurat nasional ditetapkan, alokasi anggaran bisa dilakukan dengan cepat untuk menyalurkan bantuan, memperbaiki infrastruktur, dan mendukung pemulihan ekonomi. Ketika pemerintah pusat turun tangan, proses bantuan jauh lebih cepat dan menyeluruh,” tegasnya.
Selain itu, penetapan status bencana nasional juga mempermudah mobilisasi tenaga dan sumber daya manusia. Hal ini sangat diperlukan mengingat banyak daerah terdampak mengalami keterbatasan alat berat, logistik, dan minim tenaga pendukung.
“Status darurat mempermudah koordinasi bantuan. Pemerintah pusat bisa menurunkan personel, mulai dari relawan, polisi, hingga aparat militer, agar bantuan menjangkau wilayah-wilayah sulit,” ujarnya.
“Dengan kondisi keterbatasan alat berat, logistik, dan SDM, serta daerah yang tidak memiliki dana tanggap darurat, dukungan pusat sangat dibutuhkan," sambungnya.
Lebih lanjut, Irine menegaskan dorongan penetapan status bencana nasional bukan semata soal istilah administratif, tetapi menyangkut kecepatan dan kepastian pemulihan bagi para korban.
“Ini bukan sekadar status, tetapi soal akses bantuan, kecepatan evakuasi, dan kepastian pemulihan. Karena itu saya berharap pemerintah segera menetapkan status bencana nasional untuk bencana di Sumatera,” pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022