
Sejumlah anak SD menikmati Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri Pekunden Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (12/11/2025). (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)
JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rasa bangga atas capaian program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini telah menjangkau 44 juta penerima manfaat. Ia menilai, pencapaian tersebut sebagai salah satu yang terbesar dan tercepat di dunia.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo setelah meresmikan peluncuran Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital dalam Program Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas di SMPN 4 Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/11).
"Nanti pasti akan ada orang pinter, apa bisa? Nggak mungkin, ini program (digitalisasi) gila Prabowo. MBG, nggak mungkin. Alhamdulillah MBG hari ini sudah mencapai 44 juta. Salah satu prestasi tercepat, terbesar di dunia," kata Prabowo.
Prabowo juga mengungkapkan bahwa apresiasi datang dari Presiden Brazil yang menyebut negaranya membutuhkan waktu hingga 11 tahun untuk menembus angka 40 juta penerima manfaat. Di Indonesia, capaian 44 juta berhasil diraih dalam waktu belum genap satu tahun.
"Kita belum sampai 12 bulan sudah mencapai 44 juta. Tapi kita tahu, kita tidak puas, tapi sasaran kita 82,9 juta. Waktu saya ke sini, rakyat banyak sekali di jalan, dan ada anak-anak yang teriak ke saya 'Pak kami belum terima MBG'. Ya saya jawab sabar, sabar," tuturnya.
Meski bersyukur dengan capaian tersebut, Prabowo mengingatkan masih ada sekitar 40 juta penerima potensial lainnya, termasuk anak-anak dan ibu hamil, yang masih menunggu giliran.
"Saya minta kesabaran, ini adalah yang paling cepat yang kita mampu. Karena ini adalah uang rakyat, harus disiapkan dengan baik, persiapannya harus matang, kalau tidak terjadi penyimpangan," ujar Prabowo.
Ia juga kembali menyinggung beberapa masalah yang muncul dalam pelaksanaan MBG, termasuk insiden keracunan makanan. Menurutnya, faktor penyebabnya beragam, namun pemerintah tetap akan bertanggung jawab penuh.
"Ya memang sakit perut biasa sebetulnya. Makan di warung, saya makan di rumah saja sering salah makan. Kadang-kadang kurang cuci tangan. Tapi kita tanggung jawab, tidak boleh ada sedikitpun penyimpangan. Karena itu, sekarang persiapan lebih ketat, pemantauan lebih keras, kita minta semua prosedur yang perlu diambil harus diambil, alat pembersih ompreng, alat filtrasi air dan sebagainya," jelasnya.
Terkait adanya pihak yang tidak setuju dengan pelaksanaan program MBG, Prabowo menilai hal tersebut sebagai dinamika yang wajar. Namun, menurutnya mayoritas masyarakat justru merasakan manfaat langsung dari program tersebut.
"Dan kita akan merasakan manfaatnya. Tanya guru-guru, anak-anak, itu merasa manfaat atau tidak dapat makanan sekali makan di sekolah. Saya haqul yakin mereka merasakan manfaatnya, mereka akan jadi lebih kuat, dia akan makan protein, dia akan lebih tinggi, ototnya akan lebih baik, tulangnya kuat, sel otaknya lebih cerdas," pungkasnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
