Sejumlah truk yang membawa bantuan dari masyarakat Indonesia untuk warga di Gaza sudah bisa mulai masuk. Ini setelah ada upaya gencatan senjata antara Hamas dan Israel. (Baznas)
JawaPos.com - Belakangan mencuat kabar pemerintah akan membangun Kampung Haji Indonesia di Kota Makkah, Arab saudi, untuk memfasilitasi jamaah haji.
Di saat hampir bersamaan, muncul rencana serupa, yaitu membangun Kampung Indonesia di Gaza, Palestina. Meskipun tujuannya berbeda, ada beberapa kesamaan di antara keduanya.
Sesuai dengan namanya, Kampung Haji Indonesia di Makkah digunakan untuk tempat tinggal jamaah haji maupun umrah dari Indonesia.
Di atas lahan seluas 80 hektare dan berjarak 2 km dari Masjidil Haram, akan dibangun hotel, rumah sakit, tempat ibadah, dan fasilitas penunjang lainnya untuk jamaah haji Indonesia.
Sedangkan Kampung Indonesia di Gaza, tujuannya sebagai pusat infrastruktur layanan publik. Di dalamnya ada rumah sakit, hunian vertikal, madrasah, masjid, dan sejenisnya.
Kampung Indonesia di Gaza tersebut akan menggantikan infrastruktur publik yang rusak akibat serangan Israel.
Rencana pembangunan Kampung Indonesia di Gaza tersebut disampaikan Ketua Baznas Noor Achmad. Dia menjelaskan total bantuan kemanusiaan yang sudah mereka salurkan untuk Gaza mencapai Rp 133 miliar.
Sementara yang masih berada di rekening Baznas ada sekitar Rp 247 miliar. Dia menuturkan, donasi dari masyarakat Indonesia untuk Gaza tidak seluruhnya disalurkan untuk bantuan kemanusiaan.
"Sebagian kita siapkan untuk membantu proses rekonstruksi dan rehabilitasi di Gaza," jelasnya. Maka dia menyerukan kepada masyarakat Indonesia, bahwa penerimaan donasi untuk Gaza masih terus dibuka.
Noor menjelaskan, pihaknya berharap uang bantuan untuk Gaza bisa mencapai Rp 500 miliar. Atau bahkan dapat tembus Rp 1 triliun. "Kami ingin membangun Kampung Indonesia di Gaza," jelasnya.
Kampung Indonesia itu isinya adalah fasilitas atau infrastruktur sosial. Seperti masjid, sekolah, rumah sakit, dan sejenisnya. Karena setelah bertahun-tahun di bawah gempuran zionis Israel, banyak fasilitas vital di sana yang rusak.
Sebelumnya Noor menegaskan mereka terus berupaya menjaga akuntabilitas pengelolaan dana atau amanah dari masyarakat. Baik itu zakat, infak, sedekah, dan sejenisnya.
Maka audit laporan keuangan yang rutin mereka lakukan, sangat penting. "Alhamdulillah untuk audit laporan keuangan 2024 kami kembali memperoleh opini wajar tanpa pengecualian dari kantor akuntan publik," tandasnya.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
