
Presiden ke-7 RI Joko Widodo bersama Menhut Raja Juli Antoni dalam Dies Natalis ke-62 Fakultas Kehutanan UGM di Jogjakarta (17/10). (Humas Kemenhut)
JawaPos.com - Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) merayakan HUT atau dies natalis yang ke-62. Acara tersebut dihadiri Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Seperti diketahui Jokowi adalah lulusan Fakultas Kehutanan UGM tahun 1985 silam.
Acara tahunan yang digelar pada Jumat (17/10) itu, juga dihadiri Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni. Jokowi dan Raja Juli terlihat cukup akrab.
Mereka berbincang dari luar gedung hingga di kursi VIP. Hanya saja outfit keduanya terlihat berbeda. Jokowi menggunakan batik. Sementara Raja Juli mengenakan setelan jas dilengkapi dasi biru muda.
Dalam paparannya, Raja Juli menjelaskan sejumlah program prioritas dan capaian Kemenhut. Khususnya di sektor kehutanan, termasuk program Perhutanan Sosial.
Dia mengatakan upaya Kemenhut menjaga hutan butuh kolaborasi dengan banyak pihak. Seperti kerja sama dengan Fakultas Kehutanan UGM, termasuk para alumninya.
Raja Juli mengatakan bahwa Fakultas Kehutanan UGM memiliki kontribusi luar biasa di Kehutanan Indonesia. Menurut dia sampai saat ini ada beberapa alumni Fakultas Kehutanan UGM yang saat ini masih menjadi Dirjen di Kementerian Kehutanan.
"Pak Dirjen KSDAE, Bu Dirjen PDASRH, kemudian ada pak Dirjen GAKKUM, dan kemudian ada Wakil Menteri Kehutanan, last but not least ini dia Presiden ke-7 Bapak Joko Widodo," katanya.
Raja Juli menegaskan sebagai salah satu alumni Fakultas Kehutanan UGM, Jokowi tidak hanya berhasil menjaga hutan. Tetapi juga berhasil menjaga Indonesia.
Untuk diketahui sejumlah petinggi dalam jajaran Kementerian Kehutanan merupakan lulusan Fakultas Kehutanan UGM. Di antaranya Wamenhut Rohmat Marzuki.
Juga ada Dirjen Konservasi Sumber Data Alam dan Ekosistem (KSDAE) Satyawan Pudyatmoko, Dirjen Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) Dyah Murtiningsih, dan Dirjen Penegakan Hukum Kehutanan (Gakkum) Dwi Januanto Nugroho.
Raja Juli menyebut Kemenhut memiliki program prioritas yang mendukung tercapainya Asta Cita ke 2 dan ke 5 pemerintahan Prabowo-Gibran.
Dia mengatakan, terdapat 5 program prioritas. Di antaranya digitalisasi layanan, penguasaan hutan yang berkeadilan, dan hutan sebagai sumber swasembada pangan. Kemudian menjaga hutan Indonesia sebagai paru-paru dunia dan one map policy.
“Salah satunya transformasi digital, melalui transformasi digital data spasial kehutanan, kita membuka era baru untuk tata kelola hutan yang transparan, akuntabel, dan berintegritas,” ujar Raja Juli.
Selanjutnya, Raja Juli juga menyebutkan adanya penurunan signifikan angka kebakaran hutan dan lahan di awal kepemimpinan Presiden Prabowo.
Selain itu, berkat kolaborasi dengan berbagai pihak, Kemenhut telah menjalankan amanat Presiden Prabowo yang menghibahkan lahannya di Aceh untuk konservasi Gajah Sumatera.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022