
Beberapa tokoh menyampaikan pandangan dalam dialog Forum Warga Negara, soroti persoalan kepemimpinan setahun pemerintahan Prabowo-Gibran. (Forum Warga Negara)
JawaPos.com-Sejumlah tokoh hadir dalam dialog Forum Warga Negara di Jakarta awal pekan ini. Mereka terdiri atas pemikir kebhinekaan Sukidi, Budiman Tanuredjo, hingga Sudirman Said.
Lewat dialog tersebut mereka turut menyoroti persoalan kepemimpinan dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang akan genap setahun pada 20 Oktober.
Sukidi yang dikenal melalui tulisan-tulisannya di sejumlah media massa nasional menyampaikan bahwa Presiden Prabowo seperti berada dalam dunianya sendiri. Beberapa persoalan seperti absennya empati elite terhadap penderitaan rakyat telah memicu pembangkangan sipil. Jika tidak ditangani, dikhawatirkan akan ada ledakan kemarahan publik.
”Jika ini tidak lekas diatasi, saya khawatir kita seperti sedang menunda waktu saja bagi munculnya ledakan kemarahan publik yang lebih besar,” ungkap dia dalam keterangan resmi yang diterima pada Rabu (8/10).
Menurut Sukidi, republik harus beradab. Sebab, republik tanpa keadaban sama saja bukan republik. Dalam kesempatan yang sama, jurnalis senior Budiman Tanuredjo menyampaikan bahwa saat ini istilah pengurus negara mestinya diarusutamakan sebagai antitesis dari pemimpin atau penguasa negara.
Seperti Sukidi, Budiman juga menyoroti DPR yang dia nilai sudah kehilangan daya representasi rakyat.
”Sepuluh jiwa melayang pada rusuh Agustus, ke mana parlemen? Mereka tak bersuara,” sesal Budiman.
Keterangan itu disampaikan merujuk pada aksi massa yang terjadi di Jakarta dan berbagai daerah lainnya pada akhir Agustus lalu. Dalam aksi tersebut, korban meninggal dunia berjatuhan. Termasuk di Jakarta.
Seorang driver ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan tewas setelah dilindas kendaraan taktis (rantis) yang digunakan aparat untuk mengamankan jalannya aksi.
Sudirman Said yang turut hadir dalam dialog itu menyampaikan bahwa setahun pemerintahan Prabowo-Gibran sangat dinamis. Menurut dia, sedikitnya ada 4 tantangan besar bagi presiden dan wakil presiden. Yakni demokrasi yang kering substansi, ketimpangan ekonomi, rusaknya ekologi, serta maraknya korupsi; kolusi; dan nepotisme.
”Praktik korupsi kita hari ini levelnya bukan saja memeras atau merampas hak manusia. Tapi, juga hak Tuhan,” kata Sudirman Said.
Sudirman pun mempertanyakan akar atau sumber persoalan yang terjadi di Indonesia saat ini. Menurut dia, gaya penyelesaian problem nasional selama ini ibarat pemadam kebakaran. Langkah yang diambil kerap kali reaktif, jangka pendek, dan tak menyentuh akar.
”Akar masalah kita ada pada hilangnya moral leadership,” imbuh Sudirman.
Selain Sukidi, Budiman, dan Sudirman, dalam dialog itu juga hadir aktivis anti korupsi Chandra M. Hamzah, akademisi hubungan internasional Shofwan Al Banna Choiruzzad, dan pegiat kesehatan sosial Diah S. Saminarsih yang hadir secara dalam jaringan (daring).

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
