Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 30 September 2025 | 13.33 WIB

Gelar Dialog Publik Bersama Ahli dan Masyarakat Sipil, Kapolri Singgung Pentingnya Menjaga Stabilitas Keamanan

Kapolri Listyo Sigit Prabowo. (Mabes Polri) - Image

Kapolri Listyo Sigit Prabowo. (Mabes Polri)

JawaPos.com-Sesuai dengan keterangan yang disampaikan pekan lalu oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Polri menyelenggarakan dialog publik bersama sejumlah ahli dan perwakilan koalisi masyarakat sipil. Dalam dialog yang berlangsung pada Senin (29/9), Jenderal Sigit menyinggung pentingnya menjaga stabilitas keamanan. 

Meski tidak dapat hadir secara langsung karena tengah mendampingi Presiden Prabowo, dalam sambutan yang disampaikan melalui rekaman video, Sigit menyampaikan bahwa stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sangat penting. Sebab, pengaruhnya luas. Bukan hanya pada aktivitas masyarakat sehari-hari, melainkan turut berpengaruh pada iklim perekonomian nasional. 

”Oleh karena itu, kita harus menjaga stabilitas kamtibmas sehingga iklim investasi tetap kondusif serta pertumbuhan pembangunan nasional dapat terus berjalan dengan optimal untuk mencapai tujuan mewujudkan kesejahteraan rakyat,” kata Sigit. 

Menurut orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu, stabilitas kamtibmas dibutuhkan agar program-program pemerintah yang dilaksanakan untuk kebaikan masyarakat dapat terlaksana. Tanpa stabilitas kamtibmas, program-program yang diantaranya bertujuan menghadirkan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat tidak akan terlaksana. 

”Kita harus ingat bahwa ada pembangunan nasional yang harus kita kawal guna mendorong kemajuan bangsa,” imbuhnya. 

Mantan kepala Bareskrim Polri itu menyatakan bahwa kerusuhan yang terjadi pada akhir Agustus lalu berdampak pada stabilitas kamtibmas dan berpotensi mengganggu perekonomian nasional. Termasuk timbulnya kekhawatiran di kalangan investor yang sudah berniat berinvestasi di Indonesia. Sigit menyatakan bahwa kerusuhan itu menyebabkan kerugian yang tidak sedikit.

”Selain kerugian material seperti rusaknya fasilitas publik, gedung DPR, markas polisi di berbagai daerah, juga terdapat korban jiwa serta kerugian yang bersifat immaterial berupa rasa takut, kekhawatiran, dan rasa trauma di tengah masyarakat,” jelas Sigit. 

Karena itu, Sigit menyatakan bahwa semua pihak harus memastikan kebebasan berpendapat dijalankan secara tertib, damai, dan bertanggung jawab. Dia tegas menyebut, ruang demokrasi harus tetap hidup.

Namun demikian, tidak boleh menjadi celah bagi tindakan yang menghambat kemajuan bangsa. Apalagi sampai menyebabkan korban jiwa.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore