Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 September 2025 | 06.53 WIB

Sambil Menangis, Wakil Kepala BGN Minta Maaf atas Insiden Keracunan MBG di Sejumlah Wilayah

Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Tangerang/(Foto: Dimas Choirul/Jawapos.com)

JawaPos.com Program makan bergizi gratis (MBG) untuk para siswa sekolah mendapat sorotan publik karena terdapat beberapa insiden keamanan pangan. Banyaknya insiden itu, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang menyampaikan permintaan maaf. 

Dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, Nanik S. Deyang mengungkapkan penyesalan dan tanggung jawab penuh BGN. “Kami mengaku salah atas apa yang terjadi, insiden keamanan pangan. Tentu kami bertanggung jawab penuh atas semua kesalahan, baik bertanggung jawab hal yang sudah terjadi. Maka seluruh biaya dari anak-anak dan juga kalau ada misalnya orang tuanya yang mungkin ikut makan dan mengalami masalah, kami bertanggung jawab penuh dan membiayai semuanya,” ujar Nanik saat konferensi pers yang digelar di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Jumat (26/9). 

Nanik tak kuasa menahan tangis ketika membayangkan kondisi para anak yang terdampak. Sebagai seorang ibu, dia sangat sedih melihat beragam tayangan anak sekolah di media sosial yang diduga keracunan MBG. 

“Saya seorang ibu, melihat gambar-gambar di video sedih hati saya, mengapa? Kalau anak saya panas saja, saya sudah stres bukan main. Apalagi ini melihat anak-anak sampai digotong ke puskesmas, ke posko. Padahal niat kami, nawaitu kami, nawaitu presiden adalah ingin membantu anak-anak terpenuhi gizinya, agar mereka menjadi generasi emas,” ucapnya sambil menangis. 

Meski peristiwa ini terjadi, dia menegaskan BGN akan terus mengevaluasi dan memperbaiki sistem dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Data terkini, ditemukan 45 dapur tidak menjalankan standar operasional prosedur (SOP). Sebanyak 40 di antaranya ditutup sampai batas waktu yang belum ditentukan. Pelanggaran itu disebut sebagai salah satu penyebab insiden keamanan pangan yang mencuat belakangan. 

Penutupan akan berlangsung hingga investigasi selesai dan perbaikan sarana maupun fasilitas dilakukan. Nanik menegaskan pihaknya tak lagi mentolerir pelanggaran SOP yang berpotensi membahayakan kesehatan anak-anak penerima MBG. 

"Lalu tadi malam kami juga sudah keluarkan surat kepada para mitra, kami memberikan batas waktu 1 bulan untuk melengkapi SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi), kemudian sertifikat halal, dan sertifikat untuk penggunaan air yang layak pakai dalam waktu 1 bulan. Apabila dalam waktu 1 bulan itu ternyata mereka tidak memenuhi 3 hal ini, maka kami akan menutup," tandasnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore