
Marbawi (40), sopir pengantar logistik MBG yang setiap hari bertugas mendistribusikan makanan ke sekolah-sekolah di wilayah Kebon Jeruk, Jakarta Barat/(Istimewa).
JawaPos.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo tidak hanya membawa manfaat bagi siswa, tetapi juga membuka peluang kerja baru bagi warga. Salah satunya Marbawi (40), sopir pengantar logistik MBG yang setiap hari bertugas mendistribusikan makanan ke sekolah-sekolah di wilayah Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Sebelumnya, Marbawi bekerja sebagai sekuriti selama 12 tahun. Namun, waktu memutar nasib. PHK membuatnya kehilangan pekerjaan. “Kena PHK, pengurangan pegawai,” katanya kepada Jawapos.com usai mengantar logistik MBG di SMPN 127 Jakarta, Senin (15/9).
PHK yang sempat membuatnya gamang akhirnya berbalik arah menjadi peluang baru. Lewat referensi seorang teman, ia mencoba peruntungan menjadi sopir logistik MBG. “Dapat referensi dari teman. Terus daftar,” ujarnya. Kini sudah sekitar satu bulanan Marbawi menjadi sopir logistik di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kebon Jeruk. Baginya, keberadaan program ini membawa peluang baru.
Setiap hari, Marbawi bertugas mengantarkan makanan bergizi ke tiga sekolah, yakni SMPN 75, SMAN 65, dan SMPN 127. Dalam pekerjaannya, ia pernah menghadapi tantangan seperti keterlambatan pemorsian atau kendala teknis di jalan. “Ya suka dukanya gini aja sih bang, paling ketika bagian pemorsian telat sedangkan pihak sekolahan nunggu nih, anak-anak mau makan, kadang-kadang kita di situ dukanya kan. Jadi dikejar-kejar kerjaan gitu, kasihan juga ya kan. Ya sukanya seneng aja ada kerjaan,” jelasnya.
Kemacetan pagi hari di Jakarta juga menjadi tantangan. “Ya paling kita cari jalur alternatif aja yang kiranya nggak macet gitu aja sih,” ucapnya. Ia juga pernah mengalami kendala ban bocor saat perjalanan. “Dua minggu yang lalu lah,” katanya.
Meski begitu, ia mengaku pihak sekolah tetap bisa memaklumi jika ada kendala pengantaran. “Ya, karena kita kan konfirmasi dulu sebelumnya, oh kita kendala di sini pak, di sini, masih di sini gitu. Jadi mereka juga monitoring gitu aja sih,” ungkapnya.
Sebagai ayah dari tiga anak, Marbawi berharap program MBG bisa semakin luas jangkauannya. “Ya, harapan ke depannya ya kalau bisa lebih merata lagi lah. Karena memang sementara ini kan program MBG ini kan baru sebagian aja gitu, belum merata semuanya gitu aja,” pungkasnya.
Sebelumnya, Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola Badan Gizi Nasional (BGN), Tigor Pangaribuan mengatakan, adanya pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpeluang membuka lapangan kerja sekitar 90.000 untuk penempatan di 30.000 SPPG seluruh provinsi.
"Jadi tadi kepala unit (SPPG), nah itu ada 30.000 yang bekerja. Otomatis sudah kita rekrut 30.000 sarjana (SPPI) di Indonesia untuk jadi kepala. Jadi 90.000 lapangan pekerjaan terbuka buat sarjana-sarjana kita yang fresh graduate," ucapnya dikutip dari siaran pers BGN, Sabtu (10/5).
Perluas Jangkauan
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) berkomitmen memperluas jangkauan MBG ke daerah lain. Program ini dirancang agar siswa di berbagai wilayah mendapat akses makanan sehat yang setara.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan kolaborasi dengan platform digital akan mempercepat distribusi makanan. Kemkomdigi siap menjadi penghubung agar sinergi ini berdampak nyata bagi masyarakat.
“Kementerian Komdigi siap menjadi penghubung untuk mendorong sinergi antara platform digital dan ekosistem kami, sehingga program ini dapat menyasar daerah-daerah yang membutuhkan,” ujar Meutya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
