Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 September 2025 | 23.36 WIB

Demi Perkuat Konektivitas di Indonesia Timur, Indonesia Luncurkan Satelit Nusantara Lima N5

Ilustrasi peluncuran Satelit Nusantara Lima. (Istimewa) - Image

Ilustrasi peluncuran Satelit Nusantara Lima. (Istimewa)

JawaPos.com-Indonesia sulses meluncurkan Satelit Nusantara Lima (N5) Pada 10 September 2025 dari Cape Canaveral, Amerika Serikat (AS). Peluncuran ini menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan bahwa satelit dirancang untuk kepentingan rakyat. Satelit Nusantara Lima merupakan jembatan yang menghubungkan Indonesia tanpa batas. 

“Internet cepat bukan hanya soal teknologi, tapi soal kesempatan yang sama. Anak-anak di Maluku dan Papua akan punya akses belajar yang sama dengan anak-anak di Jakarta, pasien di pulau kecil bisa konsultasi dengan dokter terbaik, dan UMKM kita bisa bersaing di dunia digital. Inilah makna pemerataan digital yang sesungguhnya,” kata Meutya dalam keterangannya, Jumat (12/9).

Dia menjelaskan, peluncuran N5 sejalan dengan arah Presiden Prabowo Subianto yang selalu menekankan pentingnya kemandirian dan kedaulatan teknologi. Bahkan, transformasi digital termasuk pada program strategis agar seluruh rakyat bisa merasakan manfaat pembangunan secara merata.

Dibekali kapasitas 160 Gbps, N5 menjadi satelit komunikasi terbesar di Asia Tenggara. Satelit ini pun akan menempati slot orbit strategis 113 derajat Bujur Timur atau golden spot yang meliputi seluruh wilayah Indonesia dan memperkuat konektivitas di kawasan timur.

Tak hanya itu, kehadirannya akan membuka peluang lebih luas bagi pendidikan jarak jauh, layanan kesehatan digital, UMKM berbasis daring, hingga akses hiburan dan informasi bagi masyarakat di pelosok yang hingga kini sulit terjangkau.

N5 sendiri dimiliki oleh PT Satelit Nusantara Lima (SNL), anak usaha PT. Pasifik Satelit Nusantara (PSN), melalui kerja sama global dengan Boeing Satellite Systems, Hughes Network Systems, dan SpaceX. Komdigi pun memastikan registrasi orbit, sekaligus menjaga kedaulatan nasional terkait pengelolaan satelit ini.

Sementara itu, peluncuran N5 menjadi tonggak sejarah baru setelah Palapa A1 pada 1976, Nusantara Satu pada 2019, dan SATRIA-1 pada 2023. 

Dengan satelit ini, Indonesia menegaskan diri bukan hanya sebagai konsumen, melainkan juga pengelola teknologi satelit yang menghadirkan manfaat langsung bagi rakyatnya. Sekaligus memperkokoh posisi negara sebagai pusat konektivitas digital di kawasan Asia Pasifik.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore