
Ilustrasi mahasiswa Indonesia Timur. (Istimewa)
JawaPos.com - Program beasiswa tidak hanya berperan sebagai bantuan biaya pendidikan, tetapi juga menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Melalui berbagai pelatihan dan pendampingan, penerima beasiswa diharapkan mampu mengembangkan kompetensi akademik maupun keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja.
Selain mendorong prestasi di bangku kuliah, program pengembangan mahasiswa kini juga banyak diarahkan untuk memperkuat kemampuan kepemimpinan, literasi digital, pengelolaan keuangan, hingga kemampuan berbahasa asing. Bekal tersebut dinilai penting agar lulusan perguruan tinggi memiliki daya saing yang lebih baik.
Salah satu program yang mencatatkan hasil tersebut adalah Beasiswa Eramet Beyond. Program yang dijalankan Eramet Indonesia bersama Kitong Bisa Foundation (KBF) itu menyebut ada peningkatan indeks prestasi kumulatif (IPK), kemampuan bahasa Inggris, hingga keterampilan kepemimpinan para mahasiswa penerima beasiswa dari Indonesia Timur.
CEO Eramet Indonesia Jerome Baudelet mengatakan, investasi di bidang pendidikan merupakan langkah jangka panjang yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Pendidikan menjadi fondasi penting dalam menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
"Kami ingin membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda berbakat untuk mengembangkan potensi mereka, memperkuat kapasitas kepemimpinan, dan menciptakan dampak positif di daerah asal," kata Jerome dalam acara penutupan Program Eramet Beyond di Jakarta.
Program yang diluncurkan pada November 2024 itu diikuti 41 mahasiswa asal Maluku, Sulawesi, dan Papua, yang terpilih dari lebih dari 500 pendaftar di seluruh Indonesia. Selama mengikuti program, peserta memperoleh 46 sesi pengembangan yang mencakup bahasa Inggris, project management, kepemimpinan, literasi keuangan, dan literasi digital.
Seluruh proses pembelajaran disusun dalam empat tahap. Yakni Learn, Lead, Serve, dan Give Back, yang bertujuan mendorong peserta mengembangkan kapasitas diri sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.
Selama program berlangsung, sejumlah indikator menunjukkan peningkatan. Sebanyak 70 persen peserta mengalami kenaikan kemampuan bahasa Inggris setidaknya satu tingkat. Sementara itu, 73,2 persen peserta mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan di bidang project management.
Program tersebut juga meningkatkan pemahaman peserta mengenai pengelolaan keuangan. Sebanyak 73 persen peserta mengaku lebih memahami pentingnya dana darurat setelah mengikuti sesi literasi keuangan.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
Siaran Tunda Moto3 Inggris 2026! Ini Jadwal dan Link Live Streaming Veda Ega Pratama di Silverstone
Juara Piala Presiden 2026! 3 Pemain Persebaya Jalani Pemulihan Jelang Super League 2026/2027
