Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 4 September 2025 | 00.43 WIB

Istri Uya Kuya, Astrid Buka Suara Soal Penjarahan: Banyak Anak Sekolah Ikut-ikutan

Astrid Khairunisha atau Astrid Kuya memberi keterangan di Jakarta, Rabu (3/9/2025). ANTARA/Khaerul Izan

JawaPos.com-Istri artis sekaligus Anggota DPR RI nonaktif Uya Kuya, Astrid Khairunisha, menceritakan pengalamannya saat rumahnya digeruduk orang tak dikenal yang berujung penjarahan pada Sabtu (30/8). Hal iru ia ceritakan saat rapat di DPRD DKI, Rabu (3/9).

Saat itu, banyak sekali anak-anak sekolah yang sekedar ikut-ikutan melakukan penjarahan.

"Karena menurut pengalaman saya pribadi, waktu ketika kerusuhan, penjarahan itu, banyak sekali anak-anak yang sekolah menengah, yang mengikuti atau ikut-ikutan," ujar Astrid.

Untuk itu, dalam rapat Panitia Kusus (Pansus) Raperda Penyelenggaraan Pendidikan, Astrid mengusulkan agar diatur mengenai penguatan keagamaan dan karakter anak di sekolah.

"Jadi memang dasar basic karakter dan agama anak-anak ini harus diperkuat sekali," katanya.

Bahkan ia mengusulkan, pembentukan karakter menjadi ekstrakulikuler wajib bagi siswa.

"Jadi kalau menurut saya, masukkan ke dalam kulikuler, itu sifatnya wajib, anak-anak harus mengikuti, supaya karakter building-nya dibentuk, dan keagamaan itu dibentuk," terangnya.

 

Rentetan Penjarahan Rumah Pejabat: Sahroni, Uya Kuya hingga Nafa Urbach

Penjarahan pertama dilakukan massa di kediaman Politikus NasDem yang juga terkenal sebagai Crazy Rich Tanjung Priok sekira pukul 15.00 WIB.
Sejumlah barang mewah diambil oleh massa. Mulai dari jam tangan, tas branded, TV berukuran besar, kursi dan sofa, meja, hingga potongan-potongan action figure Iron Man dan Spiderman. 

Tak hanya itu, 2 unit mobil mewah milik Sahroni ikut dirusak massa. Mobil itu di antaranya Lexus RZ 450e dan Porsche 1600 Super.

Sekitar pukul 22.00 WIB, massa juga melakukan penjarahan di rumah politikus PAN, Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio. Massa mendatangi rumah di kawasan Setiabudi, yang disebut-sebut memiliki harga Rp 150 miliar itu. 

Tas branded, pakaian mewah dan sejumlah barang elektronik seperti kulkas, dispenser hingga TV, ikut dibawa massa.

Dari video yang diterima JawaPos.com, pelaku penjarahan tidak hanya dilakukan masyarakat umum, tapi juga mereka yang berseragam sopir ojek online.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore