Astrid Khairunisha atau Astrid Kuya memberi keterangan di Jakarta, Rabu (3/9/2025). ANTARA/Khaerul Izan
JawaPos.com-Istri artis sekaligus Anggota DPR RI nonaktif Uya Kuya, Astrid Khairunisha, menceritakan pengalamannya saat rumahnya digeruduk orang tak dikenal yang berujung penjarahan pada Sabtu (30/8). Hal iru ia ceritakan saat rapat di DPRD DKI, Rabu (3/9).
MoBaca Juga: Viral Tagar #fromMalaysiatoIndonesia: Gerakan Solidaritas Lintas Negara untuk Ojol Indonesia
Saat itu, banyak sekali anak-anak sekolah yang sekedar ikut-ikutan melakukan penjarahan.
"Karena menurut pengalaman saya pribadi, waktu ketika kerusuhan, penjarahan itu, banyak sekali anak-anak yang sekolah menengah, yang mengikuti atau ikut-ikutan," ujar Astrid.
Untuk itu, dalam rapat Panitia Kusus (Pansus) Raperda Penyelenggaraan Pendidikan, Astrid mengusulkan agar diatur mengenai penguatan keagamaan dan karakter anak di sekolah.
"Jadi memang dasar basic karakter dan agama anak-anak ini harus diperkuat sekali," katanya.
Bahkan ia mengusulkan, pembentukan karakter menjadi ekstrakulikuler wajib bagi siswa.
"Jadi kalau menurut saya, masukkan ke dalam kulikuler, itu sifatnya wajib, anak-anak harus mengikuti, supaya karakter building-nya dibentuk, dan keagamaan itu dibentuk," terangnya.
Penjarahan pertama dilakukan massa di kediaman Politikus NasDem yang juga terkenal sebagai Crazy Rich Tanjung Priok sekira pukul 15.00 WIB.
Sejumlah barang mewah diambil oleh massa. Mulai dari jam tangan, tas branded, TV berukuran besar, kursi dan sofa, meja, hingga potongan-potongan action figure Iron Man dan Spiderman.
Tak hanya itu, 2 unit mobil mewah milik Sahroni ikut dirusak massa. Mobil itu di antaranya Lexus RZ 450e dan Porsche 1600 Super.
Sekitar pukul 22.00 WIB, massa juga melakukan penjarahan di rumah politikus PAN, Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio. Massa mendatangi rumah di kawasan Setiabudi, yang disebut-sebut memiliki harga Rp 150 miliar itu.
Tas branded, pakaian mewah dan sejumlah barang elektronik seperti kulkas, dispenser hingga TV, ikut dibawa massa.
Dari video yang diterima JawaPos.com, pelaku penjarahan tidak hanya dilakukan masyarakat umum, tapi juga mereka yang berseragam sopir ojek online.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
