
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, didampingi sejumlah pejabat, mengikuti Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (29/8/2024). (Miftahul Hayat/Jawa Pos)
JawaPos.com-Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa kasus meninggalnya seorang balita bernama Raya di Sukabumi bukan disebabkan cacingan. Dia menyebut, korban meninggal akibat infeksi parah.
Dikutip dari Jabar Ekspres (JawaPos Group), Budi membantah anggapan bahwa penyebab kematian balita tersebut adalah cacingan.
"Yang bersangkutan meninggal karena infeksi. Diduga meningitis atau TBC. Karena sudah 3 bulan batuk berdahak. Infeksi parah sehingga badan lemah," ujar Budi di Bandung, Jumat (22/8).
Meski begitu, Budi mengaku ikut berduka mendengar kabar tersebut.
“Ikut sedih. Masih ada masyarakat yang memerlukan layanan kesehatan yang baik,” kata dia.
Dia menilai, kasus ini menjadi alarm serius terkait pemerataan layanan kesehatan di Indonesia. Sebab, masih banyak daerah pelosok yang belum mendapatkan fasilitas memadai.
"Jadi masih ada perbedaan kualitas layanan kesehatan di kota besar dan daerah terpencil. Gak usah jauh-jauh, ini di Jabar saja begini," tegas Budi.
Budi menekankan bahwa tenaga kesehatan di daerah perlu lebih sigap dalam memberikan intervensi. Misalnya, jika ada kasus cacingan, puskesmas harus segera memberikan obat cacing.
“Obatnya gampang diakses kok,” ujar dia.
Selain itu, dia juga mengingatkan masyarakat untuk aktif memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Deteksi dini dapat mencegah kondisi kesehatan yang lebih parah.
Terkait kasus ini, Kemenkes sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Sukabumi dan melaporkan perkembangan ke Menko. Budi berharap, semua elemen kesehatan bisa bekerja sama lebih baik agar kasus serupa tidak terulang.
Raya meninggal dalam keadaan yang sangat memprihatinkan. Ditemukan ratusan cacing gelang di dalam tubuhnya. Berat cacing itu diperkirakan mencapai 1 kilogram
Raya pertama kali dibawa ke RSUD R. Syamsudin di Kota Sukabumi pada 13 Juli 2025 dalam keadaan tidak sadarkan diri. Setelah penanganan, didapati cacing telah memenuhi tubuhnya.
Cacing tidak hanya mengisi saluran pencernaan, tetapi juga diduga telah menyebar ke organ-organ penting seperti paru-paru dan otak. Banyak cacing bahkan keluar melalui anal dan organ genital korban.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
